Live Update
Marahnya Orang Tua Korban Pencabulan AKBP Fajar Eks Kapolres Ngada, Minta Pelaku Dihukum Mati
TRIBUN-VIDEO.COM- Keluarga korban asusila eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, mengaku marah dan ingin pelaku dijatuhi hukuman seumur hidup atau mati.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata.
Sebelumnya, Veronika berkunjung dan bertemu langsung orang tua korban beberapa waktu lalu.
"Mereka marah dan sedih karena melihat anaknya menjadi korban pencabulan dari eks Kapolres Ngada," katanya kepada wartawan Pos-Kupang.com, Minggu (16/3/2025).
Baca: Keji! Cara Licik Mahasiswi Jual Anak Pemilik Kos ke Eks Kapolres Ngada, Keluarga Korban Terkecoh
Baca: Eks Kapolres Ngada Jalani Sidang Kode Etik Pagi Ini di Mabes Polri, Terancam PTDH dan Pasal Berlapis
Veronika menjelaskan, ibu kandung korban kecewa terhadap F, anak kos di kos-kosan mereka, yang selama ini sudah dianggap sebagai anak.
F sendiri merupakan mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang, NTT.
F berkenalan dengan AKBP Fajar melalui aplikasi MiChat dan berperan sebagai penyedia anak di bawah umur untuk diberikan kepada pelaku.
(Tribun-Video.com/tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Orang Tua Korban Pencabulan Eks Kapolres Ngada Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com
RamadanĀ 2025
Keseruan Ngabuburit di depan Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang
Minggu, 23 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
AKBP Fajar Ajukan Banding seusai Disanksi PTDH atas 4 Perbuatan Tercela, Ada Dugaan Tersangka Lain?
Rabu, 19 Maret 2025
TO THE POINT
Istri Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Hadir Sidang Kode Etik Jadi Saksi Pemecatan Suami
Selasa, 18 Maret 2025
To The Point
Orangtua Korban Asusila Desak Hukuman Maksimal atau Hukum Mati untuk Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar
Selasa, 18 Maret 2025
Tribunnews Update
Akhir Karier Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar: Dipecat Tak Hormat, Hukuman Berat & Penjara Menanti
Selasa, 18 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.