Jumat, 4 April 2025

Local Experience

Nastar Tempe, Produk Unggulan UMKM Kuripan Kertoharjo Pekalongan

Kamis, 30 Januari 2025 14:18 WIB
Tribun Jateng

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Nastar dikenal sebagai camilan wajib, saat momen lebaran Idul Fitri. Kue kering dari adonan tepung terigu, mentega dan telur ini biasanya diisi dengan selai nanas.

Akan tetapi, nastar ini berbeda dengan kebanyakan orang buat. Nastar bikinan Dzikriyah warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan ini dibuat dengan berbahan dasar tempe.

Tidak hanya itu, pemilik nastar tempe ini sudah masuk binaan UMKM Pemkot Pekalongan.

Bahkan, Pemkot Pekalongan sudah mencanangkan Kelurahan Kuripan Kertoharjo sebagai Kampung Tempe.

Dzikriyah kepada Tribunjateng.com, mengaku nastar tempenya ini sudah dibuat sejak 3 tahun lalu.

Ia menjelaskan, bahan utama yang dipakai dalam nastar tempe adalah tempe yang diparut, kemudian dikeringkan sehingga menjadi tepung tempe.

"Untuk adonan nastar, saya memakai 60 persen tepung tempe, dan 40 persen tepung terigu dicampur tepung maizena.

"Jika dalam satu adonan 250 gram. Tepung tempe yang digunakan sebanyak 150 gram, dan 100 gram sisanya adalah tepung terigu," kata Dzikriyah pemilik nastar tempe, Rabu (30/10/2024).

Lalu, seperti nastar kebanyakan, adonan nastar tempe dibuat dari campuran margarin, butter, kuning telur, gula pasir, dan susu bubuk.

Kemudian dikocok dengan mixer sampai tercampur. Adonan ini, selanjutnya diberi tepung tempe dan tepung terigu hingga tercampur rata.

"Setelah itu selesai, dibentuk bulat-bulat dengan diisi selai nanas," ucapnya.

Menurut Dzikriyah, nastar tempenya ini laris manis saat menjelang lebaran. Bahkan, dirinya pernah mendapat pesanan hingga 600 toples nastar tempe dengan berat 200 gram per toplesnya.

"Nastar tempe ini memiliki keunggulan dibanding nastar dengan tepung biasa, karena memiliki protein nabati yang lebih tinggi yang berasal dari tempe," ujarnya.

Selain nastar tempe, beberapa kue kering dari bahan dasar tempe juga Dzikriyah buat,nseperti kastangel tempe, egg roll tempe dan stik tempe.

Inovasinya tidak sampai disitu, sebagai pengrajin tempe dirinya juga berhasil membuat es cream tempe dan brownies tempe.

"Omset perbulan yang didapatkan dari penjualan ini sekitar Rp 3-4 juta," ucapnya.

Ide kreatif Dzikriyah bersama UMKM pengrajin tempe di Kampung Tempe Kuripan Kertoharjo ini juga berhasil mengantarkan Kota Pekalongan menjadi, peraih juara pertama Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 kategori inovasi pengembangan pendampingan Kampung tempe Kuripan Kertoharjo.

Pembeli nastar tempe Diana (27) mengatakan, ia sudah memesan kali kedua dalam satu bulan ini, karena dulu awalannya penasaran dengan rasa nastar berbahan tempe tersebut.

"Saya dua kali ini beli nastar tempe. Beli nastar tempe ini harus pesan dulu."

"Rencananya ini mau dijadikan oleh-oleh keluarga ke Solo," katanya. (Dro)

Program: Local Experience
Editor Video: Damara Abella Sakti

#kisahinspiratif #pekalongan #UMKM #tempe #Nastar #Kue #jawatengah

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Tribun Jateng

Tags
   #Local Experience   #nastar tempe   #UMKM   #Pekalongan

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved