Ratna Sarumpaet Minta Maaf dan Cium Tangan Amien Rais di Ruang Sidang
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUN-VIDEO.COM - Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet meminta kepada Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Joni untuk mendekat kepada Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Naisional Prabowo-Sandi, Amien Rais, usai Amien memberikan kesaksiannya pada Kamis (4/4/2019).
Ketika mendekat, Ratna menunduk dan mencium tangan Amien.
Tampak kedua matanya berkaca-kaca dan raut wajahnya menunjukan kesedihan ketika memegang dua bahu Amien.
Ketika itu, Ratna juga tampak menggerakan bibirnya, namun tidak terdengar apa yang ia sampaikan kepada Amien.
Setelahnya keduanya kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Saya minta maaf Pak Amien, saya minta maaf. Sama seperti yang Pak Amien katakan. What is going on? (apa yang sedang terjadi). Itu yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang," kata Ratna kepada Amien.
Usai memberikan kesaksiannya, di luar ruang sidang Amien mengungkapkan apa yang disampaikan Ratna kepadanya saat momen salaman tersebut.
"Dia tadi mengatakan sambil salaman, Pak Amien, sampai sekarang saya tidak tahu mengapa saya bisa seperti itu. Siapa tahu ada kekuatan ekstra fisik yang kemudian membuat Ratna Sarumpaet yang sebetuulnya itu terperosok. Dan sekarang dia sudah kembali ke yang normal itu," kata Amien.
Dalam kesaksiannya, setelah tahu bahwa Ratna berbohong kepadanya dan Badan Pemenangan Nasional, Amien sempat menduga bahwa ada kekuatan spiritual yang membuat Ratna berpikir tidak logis dan melakukan kebohongan itu.
Ia juga mengaku sangat kecewa dan marah terhadap tindakan Ratna tersebut.
"Kecewa berat. Ada beberapa teori, ada kekuatan spiritual yang membuat Ratna berpikir tidak logis. Sampai ke sana Pak," kata Amien menjawab Joni terkait reaksinya ketika tahu Rarna berbohong.
Usai Amien memberikan kesaksiannya dalam persidangan, Ratna meminta kepada Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Joni untuk mendekat ke Amien.
Ketika mendekat, Ratna menunduk dan mencium tangan Amien.
Tampak kedua matanya berkaca-kaca dan raut wajahnya menunjukan kesedihan ketika memegang dua bahu Amien.
Ketika itu, Ratna juga tampak menggerakan bibirnya, namun tidak terdengar apa yang ia sampaikan kepada Amien.
Setelahnya keduanya kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"Saya minta maaf Pak Amien, saya minta maaf. Sama seperti yang Pak Amien katakan. What is going on? (apa yang sedang terjadi). Itu yang menjadi pertanyaan saya sampai sekarang," kata Ratna kepada Amien.
Usai memberikan kesaksiannya, di luar ruang sidang Amien mengungkapkan apa yang disampaikan Ratna kepadanya saat momen salaman tersebut.
"Dia tadi mengatakan sambil salaman, Pak Amien, sampai sekarang saya tidak tahu mengapa saya bisa seperti itu. Siapa tahu ada kekuatan ekstra fisik yang kemudian membuat Ratna Sarumpaet yang sebetuulnya itu terperosok. Dan sekarang dia sudah kembali ke yang normal itu," kata Amien.
Dalam kesaksiannya, setelah tahu bahwa Ratna berbohong kepadanya dan Badan Pemenangan Nasional, Amien sempat menduga bahwa ada kekuatan spiritual yang membuat Ratna berpikir tidak logis dan melakukan kebohongan itu.
Ia juga mengaku sangat kecewa dan marah terhadap tindakan Ratna tersebut.
"Kecewa berat. Ada beberapa teori, ada kekuatan spiritual yang membuat Ratna berpikir tidak logis. Sampai ke sana Pak," kata Amien.(*)
Reporter: Gita Irawan
Videografer: Gita Irawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Pendukung Yaqut Cholil Qoumas Gunakan Pita Hijau Saat Hadiri Sidang Praperadilan
Selasa, 3 Maret 2026
Tribunnews Update
Pihak Nikita Mirzani Optimistis Bakal Menang Sidang PMH Lawan Reza Gladys di PN Jakarta Selatan
Rabu, 25 Februari 2026
Gugat Rp100 Miliar di Praperadilan, KPK Minta Hakim Tolak Gugatan Eks Kajari HSU
Senin, 23 Februari 2026
Selebritis
Momen Doktif Sujud Syukur seusai Hakim Putuskan Tolak Permohonan Praperadilan Dokter Richard Lee
Rabu, 11 Februari 2026
Hadapi Sidang Vonis Empat Hari Jelang Ulang Tahun, Laras Faizati Berharap Kebebasan
Minggu, 11 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.