Terkini Nasional
Hasil Revisi UU Penyiaran: Tiktoker dan Youtuber Wajib Verifikasi Konten ke KPI
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Draf Revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran menuai polemik di publik.
Sebab, pengaturan isinya dinilai mengambil wewenang yang diatur dalam peraturan perundang-undangan lainnya.
kreator konten yang memiliki dan menjalani akun media sosial seperti Youtube atau Youtuber, TikTok atau Tiktoker juga masuk dalam ranah UU Penyiaran ini.
Pengaturan tersebut dinilai overlapping dengan pengaturan dalam undang-undang lain.
Sebab, saat ini pengaturan platform berbasis UGC seperti Youtube, TikTok dan sebagainya mengacu pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Baca: Menkominfo Tanggapi Revisi UU Penyiaran: Jurnalisme Berkualitas Itu Investigasi, Bukan Omon-omon
Bahkan jika dicek dalam PP 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik maupun Permenkominfo nomor 5 tahun 2020, sudah jelas pengaturan terhadap konten-konten yang didistribusikan/ditransmisikan melalui platform berbasis UGC.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar menilai, jika membaca rumusan draf yang sekarang disusun oleh DPR, pengaturan revisi UU penyiaran akan menjangkau platform digital.
Termasuk konten-konten yang didistribusikan melalui platform berbasis user generated content (UGC).
"Tentu menjadi problematis ketika konten yang didistribusikan melalui platform UGC itu dipersamakan dengan konten siaran," ucap Wahyudi.
Baca: Eko Patrio Siap Jadi Menteri, Pembunuhan Bos Warung Madura hingga Dewan Pers Tolak RUU Penyiaran
Sebab, konten siaran dihasilkan oleh lembaga penyiaran seperti televisi, rumah produksi dan sebagainya.
Sedangkan, konten yang didistribusikan melalui platform UGC adalah konten yang diproduksi perseorangan atau content creator dan kemudian didistribusikan melalui platform UGC.
Seperti diketahui, dalam pasal 34F ayat (2) menyebutkan bahwa:
Penyelenggara platform digital penyiaran dan/atau plarform teknologi penyiaran lainnya wajib melakukan verifikasi konten siaran ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Hal itu sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (PPP) dan Standar Isi Siaran (SIS).
(*)
Baca selengkapnya disini
# Hasil Revisi UU # UU Penyiaran # Revisi # Verifikasi # Konten # KPI #
Video Production: Bayu Pratama
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Masyarakat Khawatir Tugas Baru TNI Tangani Ancaman Siber, Kemhan dan Mabes TNI Beri Penjelasan
Jumat, 28 Maret 2025
Live Update
Revisi UU TNI Menuai Polemik di Kalangan Masyarakat, Wakil Ketua DPR RI Tamsil: Kurang Sosialisasi
Minggu, 23 Maret 2025
Regional
Aksi Teatrikal Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa Sambangi Gedung Dewan Sampaikan Tuntutan
Sabtu, 22 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Situasi Chaos Gedung DPR saat Massa Aksi Tolak RUU TN Jebol Pagar, Polisi Tembaki Pakai Petasan
Kamis, 20 Maret 2025
BREAKING NEWS
BREAKING NEWS - Demo Tolak Pengesahan Revisi UU TNI Ricuh, Massa Mahasiswa Berhasil Jebol Pagar DPR
Kamis, 20 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.