Travel

Inilah 10 Patung di Semarang, dari Pahlawan hingga Pemain Bola

Selasa, 1 Januari 2019 21:59 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Permata Putra Sejati dan Mazka Hauzan Naufal

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Sejumlah patung terdapat di berbagai sudut Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kebanyakan patung itu berada di tepi jalan besar di Semarang sehingga mudah diketahui, gampang pula dituju.

Namun, ada pula patung yang berlokasi di tempat yang agak terlindung sehingga keberadaannya tak disadari warga Semarang atau pengguna jalan yang lewat.

Khusus patung Laksamana Cheng Ho terletak di dalam Kelenteng Sam Poo Kong, destinasi wisata terkenal di Semarang.

Berikut ini Tribunjateng.com rangkumkan berbagai patung yang berada di ibu kota Jawa Tengah:

1. Patung Soekarno-Hatta (Arteri Soekarno-Hatta)

Patung Soekarno-Hatta di Semarang ada lebih dari satu.

Satu di antaranya berada di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Kelurahan Sambirejo, Gayamsari.

Patung ini berjarak 5,7 km dari kawasan Simpang Lima atau kurang lebih 15 menit berkendara.

Tujuan dibangunnya patung dua Bapak Bangsa ini sebagai ikon penanda masuk ke Jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Keberadaan patung Soekarno-Hatta di Semarang bagian timur ini sekaligus mengingatkan warga agar tidak melupakan sejarah.

Kedua proklamator tersebut menjadi representasi pejuang kemerdekaan.

2. Patung Soekarno-Hatta (S Parman)

Patung ini berada di Jalan Letjen S Parman, Gajahmungkur.

Dari Simpang Lima, berjarak 3 km atau 5 menit berkendara.

Kondisi patung Soekarno-Hatta di sini cukup memprihatinkan.

Dari segi ukuran, patung Soekarno-Hatta berukuran kurang lebih 2,5 meter.

Kalah besar dari patung Soekarno-Hatta di Jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Bahkan dari segi tempat masih kalah ramai dari patung Warak Ngendog di Taman Pandanaran yang sering dikunjungi warga.

3. Patung Soekarno (Kalibanteng)

Patung Soekarno di Kalibanteng adalah patung Soekarno yang ketiga di Semarang.

Lokasinya di tepi Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan RE Martadinata, Semarang Barat, di kawasan flyover Kalibanteng.

Dari Simpang Lima, patung ini berjarak sekitar 5,3 km atau 11 menit berkendara.

Berbeda dari dua patung lain di Semarang yang menunjukkan dwitunggal Soekarno-Hatta, patung ini hanya menampilkan sosok Soekarno yang sedang membaca teks Proklamasi.

Patung setinggi 6,5 meter ini diresmikan Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada 6 Juni 2018, tepat pada peringatan Hari Lahir Sang Proklamator.

Lokasi patung Soekarno ini dahulu ditempati UPTD Pendidikan dan pos polisi.

4. Patung Ribut Waidi

Patung Ribut Waidi berada di Jalan Teuku Umar, kawasan Jatingaleh, Kecamatan Gajahmungkur.

Dekat dengan Gedung PLN Distribusi Jateng-DIY.

Dari kawasan Simpang Lima, patung ini berjarak 5,4 km atau kira-kira 14 menit berkendara.

Patung Ribut Waidi identik dengan sejarah sepak bola di Semarang.

Berkat kontribusi besarnya, PSIS merasakan manisnya menjadi juara kompetisi Perserikatan pada 1987.

Ketika itu, pemain pilar Mahesa Jenar adalah Ribut Waidi bersama Sudaryanto, Budiawan Hendratno, Syaiful Amri, FX Tjahjono, Untung Suwahono, Yuli Setyabudi, Rochadi, Budi Wahyono, Achmad Muhariah, dan Soerajab.

Untuk mengenang Ribut Waidi dan kesuksesan PSIS waktu itu, dibuatlah patung Ribut Waidi yang sedang menggiring bola di Jatingaleh, akses masuk ke Stadion Jatidiri.

5. Patung Warak Ngendog

Keberadaan patung Warak Ngendog di Taman Pandanaran merupakan penegas bahwa Semarang adalah kota multibudaya.

Di kota ini, ada berbagai bangunan yang berhubungan dengan budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa.

Komunitas masing-masing hidup berdampingan sejak ratusan tahun.

Banyak kesenian dan budaya yang mengalami akulturasi.

Hewan mitologi Warak Ngendog adalah bukti percampuran ketiga budaya tersebut.

Warak Ngendog dipercaya memiliki tiga bagian tubuh yang berbeda.

Bagian tubuh dari makhluk ini diyakini adalah buraq yang merupakan makhluk yang dipercaya oleh umat Islam.

Pada bagian kaki melambangkan kambing yang berasal dari Jawa.

Adapun bagian kepala berasal dari hewan naga yang menjadi simbol masyarakat Tionghoa.

Patung Warak Ngendog ddi Taman Pandanaran berjarak 850 meter atau 2 menit berkendara dari Simpang Lima .

6. Patung Diponegoro (Pleburan)

Patung Diponegoro berlokasi di Jalan Imam Barjo, Pleburan.

Merupakan penanda akses masuk ke kawasan Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan.

Lokasinya juga berdekatan dengan kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hanya sepelemparan batu dari Kantor Pos Imam Bardjo dan gedung Bank Indonesia Semarang. 

Berjarak 550 meter dan hanya membutuhkan waktu tempuh 1 menit dari Simpang Lima.

Patung Diponegoro di sini berwarna hitam.

7. Patung Diponegoro (Ngesrep)

Patung ini juga menjadi penanda akses masuk ke Undip, tapi kampus baru yang terletak di Tembalang.

Lokasinya di pertigaan Jalan Setiabudi dan Ngesrep Timur.

Dari Simpang Lima, jaraknya kurang lebih 11 km dengan waktu tempuh sekitar 21 menit berkendara.

Patung Diponegoro yang sedang naik kuda ini lebih sering disebut sebagai patung kuda saja oleh warga sekitar.

Di sini, patung Diponegoro beserta kudanya dicat putih.

8. Patung Laksamana Cheng Ho

Patung Cheng Ho berada di dalam kompleks Kelenteng Sam Poo Kong di Jalan Simongan, Bongsari, Semarang Barat.

Dari Simpang Lima, jaraknya kurang lebih 3,3 km atau 7 menit berkendara.

Patung ini diresmikan pada 19 Juli 2011 oleh Gubernur Jawa Tengah ketika itu, Bibit Waluyo.

Patung Cheng Ho di Kelenteng Sam Poo Kong merupakan patung Cheng Ho tertinggi di dunia.

Patung perunggu setinggi 10,7 meter itu lebih tinggi dari patung serupa di Malaka.

"Patung Laksamana Cheng Ho ini merupakan ikon favorit pengunjung. Sebab, patung ini merupakan patung Cheng Ho tertinggi di dunia," jelas Asisten Manajer PT Samudra Perkasa Kharisma (pengelola objek wisata Sam Poo Kong), Wahyu Triwarno kepada Tribunjateng.com, Jumat (21/12/2018).

9. Patung Ibu dan Anak

Sebelum Taman Indonesia Kaya dibangun, taman di kawasan Menteri Supeno, tepatnya di depan SMA Negeri 1 Kota Semarang, biasa disebut Taman KB.

Pasalnya, ada patung ibu dan dua anaknya di taman yang bernama resmi Taman Menteri Supeno itu.

Patung ibu dan anak di sini familiar bagi masyarakat Kota Semarang.

Namun, panggilan Taman KB dan Taman Menteri Supeno sudah berganti menjadi Taman Indonesia Kaya yang dibangun jauh lebih cantik.

Taman ini dekat dari Simpang Lima, hanya 450 meter dan butuh 1 menit berkendara.

Patung seorang ibu yang menggendong dan menggandeng dua anaknya masih dipertahankan, letaknya saja yang dipindah ke bagian depan.

10. Patung Hanoman

Patung Hanoman berada di Jalan Hanoman Raya, Krapyak, di dekat jalur Pantura Semarang.

Dari Simpang Lima, patung ini berjarak 6,7 km atau 15 menit berkendara.

Hanoman atau Anoman merupakan sosok dewa dalam kepercayaan umat Hindu yang berwujud kera putih.

Di Jawa, lebih dikenal sebagai tokoh pewayangan dalam cerita Ramayana. 

Demikianlah keberadaan patung-patung di Semarang yang beragam.

Bahan pembuatannya pun bermacam-macam, kebanyakan adalah logam.

Mungkin banyak yang tidak menyadari keberadaannya meski hampir tiap hari melintas di lokasi tersebut.

Ada pula patung yang belum masuk dalam daftar ini, di antaranya patung Ahmad Yani di kawasan bandara lama. (*)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Semarang   #patung   #Laksamana Cheng Ho
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved