Sabtu, 11 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

84 Warganya Tewas Dibom, Iran Bersumpah akan Balas Dendam dengan Serangan yang Lebih Kuat

Kamis, 4 Januari 2024 21:27 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Presiden Iran Mohammad Mokhber bersumpah akan membalas dendam atas kematian 84 warganya.

Diketahui puluhan warga Iran menjadi korban ledakan bom saat mengikuti upacara di dekat makam Jenderal Qassem Soleimani, Rabu (3/1).

Mokhber mengatakan bahwa serangan yang lebih besar akan diberikan kepada pihak yang bersalah.

Namun hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Baca: Simalungun Berpotensi Bencana Alam karena Ulah Warga yang Membendung Aliran Sungai Binanga Bolon

"Pembalasan yang sangat kuat akan diberikan kepada mereka di tangan tentara Soleimani," kata Mokhber, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (4/1).

Iran telah mencurigai Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai dalang pengeboman.

Hanya saja, Washington berpendapat bahwa ledakan di Iran mirip seperti serangan yang dilakukan kelompok radikal.

Adapun ledakan terjadi sebanyak dua kali berturut-turut di dekat makam Jenderal Soleimani.

Baca: LIVE: AS Tolak Gagasan Pengusiran Warga Gaza hingga Hizbullah Balas Dendam Tewasnya Petinggi Hamas

Ledakan itu bersumber dari dua bom yang dipasang dekat makam dan diduga dikendalikan dari jarak jauh.

Iran awalnya melaporkan jumlah korban tewas akibat ledakan itu berjumlah 103 orang.

Namun pada Kamis (4/1), jumlah tersebut direvisi menjadi 84 orang.

Sementara korban luka akibat pengeboman itu mencapai 248 orang.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di english.alarabiya.net dengan judul Iran vows revenge after biggest attack since 1979 revolution

Host: Agung Laksono
VP: Nur Rohman Urip

# Iran # Amerika Serikat # Ledakan # Bom

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Iran   #Amerika Serikat   #ledakan   #bom

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved