Selasa, 21 April 2026

Live Update

RS di Gaza Dikepung Pertempuran Hamas Vs Israel, Warga Terjebak di Dalam Tak Bisa Melarikan Diri

Senin, 13 November 2023 13:42 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Rumah sakit di Gaza terkepung oleh pertempuran sengit antara Militan Hamas dan pasukan Militer Israel.

Tidak ada tanda-tanda pertempuran keduanya menyurut.

Desakan internasional untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih sangat sulit dicapai.

Sementara itu, Pejabat kesehatan dan orang-orang yang terjebak di dalam rumah sakit terbesar di Gaza menolak klaim Israel.

dalam hal ini bahwa mereka membantu bayi dan orang lain dievakuasi pada hari Minggu.

Pejabat mengatakan pertempuran terus berlanjut di luar fasilitas di mana inkubator tidak digunakan tanpa listrik dan pasokan penting terus berjalan keluar.

Pasukan Israel beralasan mereka sedang memburu militan Hamas.

Israel mengatakan pihaknya sedang memburu militan Hamas di wilayah tersebut dan rumah sakit harus dievakuasi.

Rumah sakit terbesar pertama dan kedua di Gaza, Al Shifa dan Al-Quds, mengatakan mereka menghentikan operasinya.

Semakin banyak orang yang terbunuh dan terluka setiap harinya.

Namun setengah dari rumah sakit di wilayah tersebut kini tidak berfungsi, maka semakin sedikit pula tempat untuk menampung korban luka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berhasil memulihkan komunikasi dengan para profesional kesehatan di Shifa.

Informasi itu dikatakan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca: Pasukan Israel Usir Paksa Pasien Rumah Sakit ke Jalan: Meninggal Dunia Tanpa Terima Perawatan

Ia menambahkan bahwa situasinya "mengerikan dan berbahaya" dengan tembakan dan pemboman yang terus-menerus memperburuk keadaan yang sudah kritis.

Tragisnya, jumlah kematian pasien meningkat secara signifikan.

"Sayangnya, rumah sakit tersebut tidak lagi berfungsi sebagai rumah sakit."

Militer Israel sebelumnya menegaskan bahwa mereka menempatkan 300 liter (79 galon) bahan bakar di dekat Shifa semalaman untuk generator darurat.

Generator itu disebut menggerakkan inkubator untuk bayi prematur dan mengoordinasikan pengirimannya dengan pejabat rumah sakit.
Namun militer mengatakan Hamas mencegah rumah sakit menerima bahan bakar tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qidra, membantah pernyataan tersebut dan juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa bahan bakar tidak akan cukup untuk mengoperasikan generator selama satu jam.

“Ini adalah ejekan terhadap pasien dan anak-anak,” kata Al-Qidra.

PM Israel Netanyahu menegaskan bahwa “100 atau lebih” orang telah dievakuasi dari Shifa dan Israel telah menciptakan koridor yang aman.

Namun Wakil Menteri Kesehatan Munir al-Boursh mengatakan penembak jitu Israel telah dikerahkan di sekitar Shifa, menembaki setiap gerakan.

Ward berujar, satu-satunya pilihan bagi Israel adalah menghentikan serangannya dan mengizinkan bahan bakar masuk ke rumah sakit.

Kementerian Kesehatan mengatakan ada 1.500 pasien di Shifa, 1.500 tenaga medis, dan antara 15.000 hingga 20.000 orang yang mencari perlindungan.

Presiden Doctors Without Borders International, Christos Christou, mengatakan kepada acara CBS “Face the Nation” bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengevakuasi para pasien.

(Tribun-Video.com/ Apnews.com)

Artikel ini telah tayang di Apnews.com dengan judul Heavy fighting rages near main Gaza hospital and people trapped inside say they cannot flee

#gaza #israel #palestina

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Hamas   #Israel   #Palestina

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved