LIVE UPDATE
Satu Negara yang Berjanji Tuntut Apapun dan Siapapun dalam Aksi Pembakaran Bendera Israel: Jerman
TRIBUN-VIDEO.COM - Jerman berjanji akan menuntut apapun aksi pembakaran bendera Israel.
Sebagai informasi awal, pembakaran bendera asing merupakan tindakan ilegal di Jerman sejak tahun 2020.
Bahkan, itu diklasifikasikan sebagai kejahatan rasial dengan ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara.
Undang-undang pembakaran bendera yang kontroversial, yang juga mencakup pencemaran nama baik simbol-simbol nasional lainnya, disahkan sebagai tanggapan atas insiden pembakaran bendera Israel sebelumnya di Berlin pada tahun 2017, saat terjadi protes terhadap AS yang memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sebelumnya, pembakaran bendera asing jika dipajang dalam upacara atau acara resmi hanyalah tindakan ilegal, meskipun pembakaran bendera Jerman sudah lama dianggap ilegal.
Meskipun mencemarkan bendera asing sudah merupakan tindakan ilegal di Jerman, Kanselir Olaf Scholz selanjutnya mengkriminalisasi pembakaran bendera Israel.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan larangan resmi terhadap aktivitas apa pun untuk menghormati serangan Hamas terhadap Israel.
Pada Kamis (12/10), ia berjanji akan mengadili siapa pun yang menggunakan simbol kelompok militan tersebut, memuji tindakan kekerasan mereka, membakar bendera Israel, atau berupaya menghasut perilaku kriminal.
Artinya, secara tegas mencakup pelarangan perkumpulan dan kegiatan.
Baca: Inggris Kerahkan Kapal dan Pesawat Pengintai untuk Bantu Israel, Antisipasi Serangan dari Hamas?
Kementerian Dalam Negeri Federal akan mengeluarkan larangan aktivitas Hamas di Jerman.
“ Artinya secara tegas mencakup pelarangan perkumpulan dan kegiatan. Kementerian Dalam Negeri Federal akan mengeluarkan larangan aktivitas Hamas di Jerman ,” kata Scholz kepada Bundestag.
Organisasi militan Palestina, yang menguasai sebagian besar Gaza, sudah digolongkan sebagai kelompok teror oleh UE.
Scholz mengatakan bahwa ia telah mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Berlin akan memenuhi segala kebutuhan masa perang yang muncul, dengan menyatakan pernyataan.
Pernyataan itu berbunyi: "Hanya ada satu tempat bagi Jerman – tempat di pihak Israel. Sejarah kita sendiri, tanggung jawab kita yang timbul akibat Holocaust, menjadikan kita sebagai tugas abadi untuk membela keamanan negara Israel.”
Dengan bersikeras bahwa tidak akan ada toleransi terhadap anti-Semitisme.
Kanselir mendesak semua lembaga penegak hukum Jerman untuk mengadili pelanggar dengan segala cara yang ditawarkan oleh negara konstitusionalnya.
Yang pertama dalam daftar adalah kelompok advokasi tahanan Palestina Samidoun.
Itu, rupanya memicu kemarahan Scholz dengan membagikan kue-kue di jalan-jalan Berlin pada Sabtu kepada para demonstran yang kemudian merayakan tindakan Hamas.
Kelompok itu bersumpah untuk melawan, dan menuduh pemerintah Jerman telah melarang demonstrasi pro-Palestina selama bertahun-tahun sebelum serangan terbaru Hamas.
Scholz juga mengecam Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan pemerintahannya di Tepi Barat.
Atas diamnya mereka karena tidak mengutuk serangan Hamas ke Israel, bahkan menyebutnya memalukan.
Seperti banyak sekutu Jerman, Scholz juga berusaha menyalahkan Iran atas kekerasan tersebut.
Jelas bagi mereka semua, bahwa tanpa dukungan Iran selama beberapa tahun terakhir, Hamas tidak akan mampu melakukan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Israel.
Namun, ia mengakui tidak ada bukti nyata bahwa Iran memberikan dukungan konkrit dan operasional kepada para militan.
(Tribun-Video.com/RT.com)
Artikel ini telah tayang di RT dengan judul Jerman Berjanji akan Menuntut Pembakaran Bendera Israel
# pembakaran # Jerman # Palestina # Israel
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
BREAKING NEWS: Ledakan Terjadi di El Adeisse Lebanon, 2 Prajurit TNI Dikabarkan Terluka Parah
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS Iran Arab & UEA Diduga Kirim Drone Gempur Iran Rusia Terjun di Perang Timur Tengah
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Perlihatkan Kekuatan Militer! Iran Tembak Jet dan Serang Sekutu AS
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Detik-detik Sistem Pertahanan Terbaru Iran Hantam Jet Tempur AS di Pulau Qeshm, CENTCOM Coba Tutupi
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak akan Kembali Normal, Kendali Jalur Strategis Tetap Ketat
Jumat, 3 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.