Ramadhan 2023
Hal yang Membuat Puasa Sia-sia di Bulan Ramadhan
TRIBUN-VIDEO.COM - Puasa memiliki banyak keutamaan sebagaimana telah dijelaskan dalam Keutamaan Puasa. Namun, ada 10 hal yang membuat puasa sia-sia. Jangankan keutamaan besar seperti diampuninya dosa yang telah lalu, pahala pun tidak dapat.
1. Tidak Ikhlas
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam mengingatkan tentang banyaknya orang yang puasanya sia-sia:
“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)
Baca: Bagi Kalian Orang Sunda Gausah Bingung, Ini Dia 5 Makanan Khas Sunda yang Bisa Jadi Menu Buka Puasa
Siapa saja mereka? Yang pertama adalah orang yang mengerjakan puasa namun tidak ikhlas, tidak karena Allah.
Ibadah hanya akan diterima Allah Subehanahu Wa Ta’ala jika ikhlas. Demikian pula puasa. Termasuk keutamaannya, hanya bisa didapatkan kalau didasari iman dan hanya mengharap balasan dari Allah Subehanahu Wa Ta’ala.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)
2. Berkata Keji
Orang yang berkata keji alias rafats, yang secara mudahnya berarti pornografi, puasanya juga bisa sia-sia.
Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa. (Muttafaq ’alaih)
3. Mengumpat dan Marah
Sebagaimana hadits di atas, mengumpat juga membuat pahala puasa berkurang bahkan hilang sama sekali. Ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia.
Demikian pula marah, ia juga bisa membuat puasa menjadi sia-sia. Mengumpat dan marah adalah setali tiga uang.
4. Mencela dan Mengajak Bertengkar
Jika ada orang yang mencela atau mengajak berkelahi, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam menuntunkan agar orang yang berpuasa menahan diri. Cukup menjawab bahwa dirinya sedang berpuasa : innii shooim.
Jika ada yang mengajak berkelahi saja kita disuruh menahan diri, bagaimana jika kita yang mencela dan mengajak bertengkar? Pahala puasa bisa melayang. Bahkan puasa menjadi sia-sia.
Baca: Penyebab Sering Mengantuk saat Puasa, Banyak Konsumsi Makanan Berkarbohidrat
5. Ghibah
Ghibah alias membicarakan keburukan orang lain juga bisa membuat puasa sia-sia.
Ia sejenis dengan berkata keji, mengumpat dan mencela, yakni sama-sama penyakit lisan.
Bahkan ghibah diibaratkan memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal.
Dan di neraka, siksa untuk orang suka ghibah juga seperti firman Allah ini:
Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hujurat: 12)
6. Berdusta
Berbohong atau berdusta secara tegas disebutkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam sebagai penyebab puasa sia-sia. Allah Subehanahu Wa Ta’ala tidak membutuhkan kepada puasa orang yang berdusta.
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)
7. Maksiat lainnya
Seluruh kemaksiatan bisa menjadi penyebab puasa sia-sia. Karenanya kita perlu waspada dan bermujahadah agar diri kita terhindar dari segala bentuk kemaksiatan yang sebenarnya harus kita jauhi tidak hanya di Bulan Suci Ramadhan tapi juga di sepanjang waktu.
# puasa # Ramadhan # Ibadah # Islam
Baca berita lainnya terkait puasa
Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul 10 Hal yang Membuat Puasa Sia-sia
Sumber: Tribun Kaltara
LIVE UPDATE
308.646 Kendaraan Melintas di Ruas Tol Kayuagung-Palembang Selama Momen Libur Panjang Lebaran
Selasa, 31 Maret 2026
HEALTHY TALK
HEALTHY TALK: Puasa Ramadhan bagi Pasien Penyakit Kronis: Apa yang Perlu Dipersiapkan?
Senin, 30 Maret 2026
LIVE UPDATE
Pantauan Arus Balik Mudik di Terminal Tipe A Malalayang Manado, Terminal Lengang
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.