Rabu, 6 Mei 2026

Local Experience

Motif Parang hingga Sogan, Ciri Khas Batik Solo yang Mendunia

Rabu, 6 Mei 2026 08:39 WIB
TribunSolo.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Batik Solo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan kaya makna.

Perkembangannya tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keraton serta dinamika budaya Jawa yang terus berkembang dari masa ke masa.

Sejarah batik di Indonesia masih menjadi bahan kajian para ahli hingga kini.

Meski UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2 Oktober 2009, asal-usulnya belum sepenuhnya pasti.

Sejumlah peneliti meyakini bahwa batik sudah dikenal sejak masa kuno.

Bukti menunjukkan bahwa kain bermotif telah digunakan sejak era Kerajaan Kediri (1042–1222).

Bahkan, arkeolog J. L. A. Brandes berpendapat bahwa teknik batik sudah dikuasai masyarakat Nusantara sebelum pengaruh budaya India masuk.

Penelitian lain juga menemukan indikasi keberadaan batik pada abad ke-12, seperti motif pada arca di Candi Panataran yang menunjukkan pola menyerupai batik.

Asal kata “batik” juga masih diperdebatkan.

Secara umum, istilah ini dianggap berasal dari bahasa Jawa, yakni “mbat” (melempar) dan “tik” (titik), yang merujuk pada teknik membuat motif titik-titik di kain.

Namun, sejarawan ada yang menyepekati istilah tersebut lebih tepat diartikan sebagai “menulis”.

Merujuk pada temuan kata “batik” dan “ambatik” dalam naskah kuno yang berarti aktivitas menulis atau menggoreskan pola pada kain menggunakan canting.

Sejarah batik Solo dapat ditelusuri hingga masa pemerintahan Paku Buwono III (1749–1788).

Setelah Perjanjian Giyanti membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, muncul kebutuhan untuk membedakan identitas budaya masing-masing keraton.

Paku Buwono III kemudian menetapkan motif khas batik Surakarta yang dikenal sebagai Gagrak Surakarta.

Motif ini awalnya hanya boleh dikenakan oleh kalangan bangsawan dan pejabat keraton.

Beberapa motif klasik yang muncul antara lain:

Parang (melambangkan semangat dan kekuatan)
Sawat (simbol kekuasaan raja)
Cemukiran (ornamen khas dengan bentuk tertentu).(*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Fakta Batik Solo: Warisan Keraton yang Mendunia, Tiap Motifnya Punya Filosofi Sendiri.

Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #sejarah #batik #batikmotif #batiksolo #solo #kerajaankediri #kerajaanmataram #mataramislam #pakubuwono

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: TribunSolo.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved