Minggu, 12 April 2026

LIVE UPDATE

Rusia Dapat 'Hadiah' Sanksi Baru dari AS di Peringatan Setahun Invasi, Sektor Industri Jadi Target

Sabtu, 25 Februari 2023 14:25 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia mendapatkan tamparan dari negara Barat tepat pada peringatan satu tahun invasi ke Ukraina.

Para pemimpin G7 telah sepakat untuk memperketat sanksi anti-Rusia atas operasi militer khususnya di Ukraina.

Sanksi baru diterapkan Barat dan menyasar sektor pertahanan, industri, dan perbankan Rusia.

G7 juga memperingatkan Rusia agar tidak menggunakan senjata kimia, biologi atau nuklir.

Russia Today pada Jumat (24/2/2023) Amerika Serikat (AS) menerapkan sanksi baru terhadap sektor pertambangan Rusia dengan menaikkan pungutan impor atas lebih dari 100 logam, mineral dan produk kimia negara itu.

Baca: Ukraina Dituding Bakal Serbu Negara Lain & Perluas Wilayah, Diduga sebagai Balas Dendam Agresi Rusia

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Jumat kemarin, bahwa langkah itu dilakukan pada peringatan satu tahun operasi militer Rusia di Ukraina.

Menurut pernyataan tersebut, langkah-langkah tersebut 'dirancang untuk menargetkan komoditas utama Rusia yang menghasilkan pendapatan bagi Kremlin sambil mengurangi ketergantungan AS pada Rusia'.

pada awal bulan ini muncul laporan bahwa AS berencana untuk 'menampar' aluminium Rusia dengan tarif impor 200 persen.

Selain itu, AS akan memberlakukan pembatasan ekspor pada 90 perusahaan dari Rusia, dan negara ketiga lainnya, termasuk China.

Karena diduga 'terlibat dalam penghindaran sanksi dan aktivitas pengisian ulang untuk mendukung sektor pertahanan Rusia'.

Baca: BANTAI PASUKAN UKRAINA BESAR-BESARAN! Rusia Bunuh Tentara Kiev Pakai Sederet Senjata Mematikan

Langkah tersebut akan melarang perusahaan yang ditargetkan untuk membeli barang yang dibuat di AS, atau di tempat lain dengan menggunakan teknologi atau perangkat lunak AS.

AS bersama dengan negara Barat lainnya, memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia selama setahun terakhir sebagai respons atas operasi militer Rusia di negara tetangganya, Ukraina.

Tindakan tersebut tidak hanya mempengaruhi sektor perdagangan, ekspor energi, investasi, keuangan dan pariwisata di antara bidang ekonomi Rusia lainnya.

Namun juga membuat ratusan warga Rusia masuk daftar hitam, dan kira-kira setengah dari cadangan mata uang asing Rusia dibekukan.

Sebelumnya, logam Rusia dan produsennya belum pernah menjadi sasaran langsung oleh pembatasan Barat.

Namun banyak pembeli telah menghindari impor dari negara tersebut selama beberapa bulan terakhir di tengah tekanan sanksi.

Pada Desember 2022, Menteri Perdagangan Rusia Denis Manturov mengatakan bahwa negaranya akan mengalihkan ekspor logamnya dari negara-negara Barat ke pasar alternatif, dengan China, Turki, negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia dan negara-negara CIS sebagai prioritasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Setahun Operasi Militer Rusia di Ukraina, AS Terapkan Sanksi Baru terhadap Sektor Pertambangan Rusia

# Rusia # Amerika Serikat # Ukraina # negara Barat

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: sara dita
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Rusia   #negara Barat   #Ukraina   #Amerika Serikat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved