Tribunnews Update
AS Kerahkan 'Bom Pintar' ke Ukraina, Berukuran Mini tapi Mampu Hancurkan Musuh dari Jarak 150 Km
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan paket bantuan militer terbarunya ke Ukraina.
Bantuan itu mencakup bom berdiameter kecil yang diluncurkan dari darat (GLSDB) atau bom pintar.
Meski berukuran kecil, senjata ini mampu menjangkau target hingga 150 kilometer.
GLSDB merupakan gabungan dari bom berdiameter kecil dengan peluncur roket M26.
Namun, bom pintar ini juga dapat diluncurkan dari peluncur roket HIMARS.
Baca: Robot Marker Rusia Siap Musnahkan Tank Leopard Ukraina, CIA Sebut Perang Bakal Masuk Fase Kritis
Militer AS sudah memiliki GLSDB sejak tahun 2019, yang merupakan produksi dari Boeing.
Ketersediaan senjata ini terbilang cukup melimpah dengan harga setiap bom senilai Rp 629 juta.
Di medan perang, GLSDB berfungsi untuk menyerang kendaraan lapis baja.
Jangkauannya mencapai 150 kilometer memungkinkan senjata ini mampu menyerang target dari jauh.
Baca: Tentara Rusia Frustasi, Pilih Bunuh Diri di Depan Ibunya Daripada Dikirim Perang Lagi ke Ukraina
Baca: CIA: Perang Rusia-Ukraina Bakal Masuk Fase Kritis 6 Bulan ke Depan, Diprediksi Ada Serangan Besar
Artinya kemampuan GLSDB hampir dua kali lipat dari Sistem Peluncur Roket Ganda Terpadu, yang hanya menjangkau 85 kilometer.
Sebagai informasi, paket bantuan militer yang digelontorkan AS kali ini nilainya mencapai $2,2 miliar.
Bantuan ini termasuk tank Abrams M1 yang sejak lama diminta oleh Ukraina.
Namun, AS tetap menolak pengiriman sistem rudal jarak jauh ke Ukraina.
Misalnya, Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) yang memiliki jangkauan hampir 300 kilometer. (Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang dengan judul U.S. Giving Ukraine Smart Bombs to Double Strike Range Against Russia
Host: Agung Laksono
VP: Indra
# Amerika Serikat # Bom Pintar # Ukraina # bantuan # Militer
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Sumber Lain
Tribun-Video Update
Iran Siap dengan Segala Skenario AS-Israel: jika Tak Setujui Kesepakatan maka Perang Kembali Terjadi
19 jam lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Aksi IDF di Lebanon Lewat Kegelapan Abadi, UEA Desak Iran Tanggung Jawab
19 jam lalu
Tribunnews Update
Krisis Prajurit IDF Kian Parah dan Mendesak, Parlemen Israel Dorong Perpanjangan Wajib Militer
19 jam lalu
Tribunnews Update
Netanyahu Perintahkan Negosiasi Langsung Israel-Lebanon, AS Siap Fasilitasi Pembicaraan Pekan Depan
20 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.