Selasa, 19 Mei 2026

Terkini Nasional

Putri Candrawathi Bantah Lihat Jenazah Brigadir J: Kepala Saya Ditutupi oleh Ferdy Sambo

Rabu, 9 November 2022 08:19 WIB
Tribun Jatim

TRIBUN-VIDEO.COM - Putri Candrawathi membuat pengakuan baru tentang kasus pembunuhan Brigadir J dalam sidang lanjutan.

Pengakuan Putri Candrawathi membantah kesaksian mantan ajudan Ferdy Sambo.

Tangis istri Ferdy Sambo saat tragedi penembakan juga diungkapkannya.

Lantas, apakah kesaksian kedua orang itu benar?

Dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022), Putri Candrawathi tampak memberikan bantahan.

Putri bantah melihat jenazah Brigadir J setelah tewas terbunuh di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Putri menyebut dirinya membantah kesaksian mantan ajudan suaminya bernama Adzan Romer.

Baca: Ferdy Sambo Klaim Senpi yang Sempat Jatuh dari Tangannya Bukan Milik Brigadir Yosua

"Mohon izin Yang Mulia, sedikit ada yang saya tegaskan di sini. Untuk kesaksian dari saudara Romer, bahwa saya tidak melihat tubuh korban Yosua seperti yang disampaikan saudara Romer," kata Putri, dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.

Putri menyebut dirinya tidak melihat tubuh Brigadir Yosua saat diajak keluar dari kamar karena Ferdy Sambo menutupi kepala Putri.

"Karena pada saat saudara Pak Ferdy Sambo menjemput saya di kamar, Pak Ferdy Sambo itu merangkul saya dan tangannya menutupi kepala saya," ucapnya.

Di sisi lain, dia juga membantah perihal Brigadir Yosua yang disebut ajudan pribadinya melainkan ajudan Ferdy Sambo.

Sebelumnya, mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer menyebut Putri Candrawathi menangis di dalam kamar saat ajudannya Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak mati oleh suaminya, Ferdy Sambo.

Baca: Dengan Mata Berkaca-kaca Ferdy Sambo Meminta Maaf ke Ajudan dan ART: Karena Saya Mereka Diproses

Menurutnya, Putri Candrawathi ada di dalam kamar saat Ferdy Sambo mengeksekusi Brigadir J hingga tewas.

Romer menuturkan dirinya mengetahui Putri ada di dalam kamar lantaran mendengar adanya suara tangisan atasannya itu dari dalam kamar.

Adapun posisi kamar Putri terletak tidak jauh dari lokasi penembakan Brigadir J.

"(Putri) Seinget saya di kamar. Dengar suara Ibu nangis di kamar lantai satu. Menurut saya nangis biasa, saya dengar sampai depan pintu," kata Romer dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Romer menuturkan bahwa kamar Putri Candrawathi saat itu juga terlihat dalam posisi terbuka.

Dia bilang, posisi jenazah disebut tak jauh dengan kamar Putri.

Baca: Nomor HP Brigadir J Aktif dan Keluar dari Grup Keluarga, Kuasa Hukum Minta Kapolri untuk Melacak

"Kamarnya terbuka. Posisinya pintu kamarnya lurus dengan kaki almarhum. Jadi kalau kami tarik garis lurus untuk pintu kita berdiri di atas kepala almarhum kepala almarhum lalu kaki lalu pintu," jelas Romer.

Tak lama setelah itu, kata Romer, Ferdy Sambo pun menjemput Putri yang berada di dalam kamar untuk selanjutnya pergi menuju rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

"Setelah itu Bapak bawa Ibu keluar melewati (jenazah) menuju ke luar ke garasi setelah itu saya di luar. Saya melihat bapak bawa ibu keluar saya langsung dampingi keluar. Terus sampai di luar Pak FS memerintahkan Bang Ricky bawa Ibu ke Saguling," tukasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Nangis di Kamar, Putri Candrawathi Ngaku Tak Lihat Jenazah Brigadir J, 'Tangan Sambo Tutupi Kepala'

# Putri Candrawathi # Ferdy Sambo # Brigadir J # Adzan Romer # PN Jakarta Selatan

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Jatim

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved