Kamis, 9 April 2026

Terkini Nasional

Ferdy Sambo Sempat Tanya Siapa Bernyali Menembak Mati, Bripka RR Tak Mau, Bharada E Mengangguk?

Selasa, 16 Agustus 2022 12:16 WIB
Tribunnewsmaker.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Timsus Bareskrim Polri mengungkap pengakuan Ferdy Sambo tentang apa yang terjadi saat eksekusi penembakan Brigadir J dilakukan.

Menurut Ferdy Sambo, dirinya sempat bertanya pada Bripka RR dan Bharada E sebelum mengeksekusi Yosua.

Ferdy Sambo bertanya siapa di antara Bripka RR dan Bharada E yang punya nyali untuk menembak mati Brigadir J.

Ternyata Bripka RR mengaku tidak berani, sedang Bharada E mengangguk.

Akhirnya Bharada E diperintahkan menembak Brigadir J yang saat itu dalam keadaan berlutut dan tak berdaya di depan Irjen Ferdy Sambo.

"Jadi kejadian di Magelang sesuai pemeriksaan yang disampaikan Dirtipidum, telah terjadi peristiwa yang membuat tersangka FS itu sangat marah. Karena telah melukai dan mencederai harkat martabat keluarga. Ini dari hasil pemeriksaan Ibu PC, yang disampaikan tersangka FS (Ferdy Sambo," jelas Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Senin (15/8/20220.

Baca: Dalami Tewasnya Brigadir J, 2 Komisioner Komnas HAM dan Irwasum Polri Datangi Rudin Ferdy Sambo

Menurut Dedi, dari pengakuan Ferdy Sambo ia marah dan emosi setelah mendengar dari laporan istrinya Putri Candrawathi atau PC.

Oleh karenanya, pada saat itu juga diminta untuk segera kembali dari Magelang. Sebab Ferdy Sambo sudah lebih dulu kembali ke Jakarta dari Magelang.

Mereka kemudian tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, dan ada berbagai kegiatan dilakukan di sana diantaranya tes PCR.

"Usai dari Saguling, Bharada E, Brigadir RR, dan KM serta korban Brigadir J menuju ke TKP Duren 3. Dari hasil pemeriksaan, karena tersangka FS ini sudah sangat marah sekali dan tak bisa mengendalikan emosinya. FS bertanya kepada RR dan Bharada E, mempertanyakan siapa yang punya mental menembak," ungkapnya.

"Karena yang punya mental menembak adalah Bharada E, pada saat itu juga diperintahkan Bharada E menembak Brigadir J di lokasi Duren 3," kata Dedi.

Motif dari peristiwa ini, kata Dedi Prasetyo, Ferdy Sambo mengatakan sangat marah sekali karena Brigadir J sudah melukai harkat martabat keluarga FS.

"Ini yang membuat marah sekali, sehingga melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J," kata Dedi.

Terkait apakah ada pertanyaan dari Brigadir R dan Bharada E ke Ferdy Sambo, kenapa harus menembak Brigadir J, menurut Dedi, Ferdy Sambo hanya menjelaskan bahwa Brigadir J sudah melukai harkat dan martabat keluarganya.

"Jadi sebelum melakukan penembakan tersebut, mereka berdua Brigadir RR dan Bharada E tu ditanya FS. Tapi sebelumnya sudah diceritakan bahwasanya di Magelang terjadi peristiwa melukai harkat martabat keluarga FS," tuturnya.

Baca: Sebanyak 63 Anggota Polisi Terseret Kasus Pembunuhan Brigadir J, Penasihat Kapolri: Tidak Jantan

"FS bertanya sama mereka berdua soal apakah punya mental untuk menembak Brigadir J. Brigadir RR tak punya nyali, Lalu dipanggil Bharada E. Sama Bharada E, FS ceritakan soal peristiwa di Magelang yang telah melukai harkat martabak keluarganya. Kemudian FS bertanya kepada Bharada E apakah punya nyali untuk tembak Brigadir J, Bharada E hanya mengangguk-angguk dan langsung diminta menembak Brigadir J. Ini hasil pemeriksaan dari penyidik pada malam hari ini lalu," papar Dedi.

Menurutnya keterangan Ferdy Sambo ini akan dikroscek dengan keterangan beberapa saksi lain dan alat bukti yang ditemukan di TKP.

Dari pemeriksaan kata Dedi juga ditemukan sementara hanya Bharada E yang menembak Brigadir J, dan tak ada yang lainnya.

"Jadi yang di TKP dari hasil pemeriksaan dan keterangan tambahan untuk tersangka Bharada E, Brigadir RR, kemudian tersangka KM, semua menjelaskan bahwa yang menembak adalah hanya Bharada E karena diperintah FS. Sementara untuk RR, dan KM itu adalah turut membantu dan menyaksikan penembakan tersebut. Ini akan didalami terus oleh penyidik, kebenarannta," tutur Dedi.

Pada Senin (15/8/2022) hari ini kata Dedi, penyifik Timsus juga menuju Magelang untuk mengetahui dan memeriksa peristiwa di sana yang disebut adalah pemicu kemarahan Irjen Ferdy Sambo hingga berencana membunuh Brigadir J. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Pengakuan Sambo Sempat Tanya Siapa Bernyali Menembak Mati, Bripka RR Tak Mau, Bharada E Mengangguk

#Irjen Ferdy Sambo #Pengakuan #Penembakan #Bharada E #Bripka RR #Pembunuhan 

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnewsmaker.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved