Selasa, 7 April 2026

Tribunnews Update

Intel Inggris Sebut Presiden Alexander Lukashenko jadi 'Pengikut' Putin, Makin Otoriter & Bergantung

Senin, 1 Agustus 2022 16:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Belarusia merupakan satu dari beberapa negara yang pro terhadap kebijakan militer Presiden Vladimir Putin.

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, disebut bergantung sepenuhnya kepada Rusia.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Lukashenko menjadi lebih otoriter dan makin bergantung kepada Vladimiri Putin.

Alexander Lukashenko dikenal sebagai sekutu utama Putin.

Baca: Tempatkan Pejabat Proksi di Wilayah Caplokan, Rusia Dituding AS Hendak Hapus Ukraina dari Peta

Lukashenko disebut terus mengikuti garis Moskow dalam konflik Ukraina.

"Rezimnya menjadi lebih otoriter, dengan perluasan hukuman mati untuk 'mempersiapkan aksi teroris'," tulis laporan itu, dilansir Newsweek.

"Tuduhannya yang meningkat dan tidak berdasar tentang desain Barat di Belarus dan Ukraina kemungkinan menunjukkan bahwa dia hampir sepenuhnya bergantung pada Rusia."

Sebuah laporan menyebut, Rusia menembakkan 20 rudal ke Ukraina utara dari wilayah Belarus pada (28/Juli/2022).

Alexander Lukashenko telah lama menjalin hubungan dekat dengan Kremlin.

Baca: Markas Rusia di Laut Hitam Diserang Drone saat Hari Angkatan Laut, Ukraina Bantah Jadi Dalangnya

Sempat ada sejumlah ketegangan yang terjadi antara Lukashenko dan Putin.

Satu di antaranya, pada 2020 Lukashenko menuduh Putin mencaplok Belarus yang berujung pemotongan subsidi ekonomi oleh Kremlin.

Namun pada Februari 2022, Belarus mengizinkan pasukan Rusia melakukan invasi ke Ukraina dari wilayahnya.

Walaupun tak mengirimkan militernya, pemimpin Belarusia mengizinkan pasukan Putin menyerang Ukraina dari perbatasannya.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Intel Inggris: Presiden Belarus Alexander Lukashenko Makin Otoriter dan Bergantung pada Putin

Host: Yustina Kartika
VP: Reza Nova

#beritapopuler #rusiawar #rusiavsukraina #ukraina

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Yustina Kartika Gati
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved