Jumat, 10 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

IDI dan Jenderal Andika Perkasa Bicara soal Pemberhentian Terawan, Tegaskan Bukan Seumur Hidup

Senin, 25 April 2022 14:13 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Pertemuan tersebut membicarakan soal pemberhentian Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI dan memperkenalkan pengurus baru IDI.

Selain itu, pihak IDI menegaskan bahwa pemberhentian Terawan tersebut tidak berlaku seumur hidup.

Keputusan IDI untuk memberhentikan Terawan tersebut ditanggapi oleh Jenderal Andika.

Jenderal Andika menyebut, menghormati keputusan IDI.

Menurut Andika, pihaknya tidak bisa mengintervensi peraturan organisasi tersebut.

Selanjutnya, Andika akan berkoordinasi terkait izin praktik Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Adib Khumaidi

Ia menegaskan bahwa pemberhentian Terawan tak berlaku seumur hidup.

Baca: Panglima Jenderal Andika Perkasa akan Patuhi Terhadap Perundangan IDI soal Izin Praktik Dr Terawan

Bahkan Adib menyatakan, masih ada ruang untuk Terawan bisa kembali menjadi anggota IDI.

Nantinya, jika Terawan ingin bergabung dengan IDI lagi, pihaknya akan membuatkan forum secara internal.

"Pemberhentian tetap, jadi bukan seumur hidup. Jadi masih ada upaya ruang. Kami sampaikan masih ada ruang kalau beliau berkenan untuk menjadi anggota kembali, saya akan buatkan forum secara internal." ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah resmi diberhentikan dari keanggotaaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sejak Jumat (25/3/2022).

Ketua Bidang Hukum Pembelaan dan Pembinaan Anggota (BHP2A) IDI Beni Satria menjelaskan secara rinci alasan Terawan dipecat dari keanggotaan IDI.

Melalui konferensi pers yang diadakan pada Jumat (1/4/2022), Beni menyebut Terawan telah melanggar kode etik.

"Terdapat beberapa kode etik yang dilanggarnya, salah satunya metode Digital Subtraction Angiography (DSA)," ungkapnya.

Beni menjelaskan, bahwa Terawan telah melakukan pengobatan tindakan terapi tanpa dilandasi kajian ilmiah.

Praktik pengobatan yang dijalani Terawan tersebut berlangsung sejak Juli 2013.

Rupanya Terawan melakukan terapi tersebut menggunakan metode stroke iskemik kronik atau lebih dikenal dengan cuci otak.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IDI Tegaskan Pemberhentian Terawan Bukan Seumur Hidup, Sebut Masih Ada Ruang jika Ingin Kembali

# TRIBUNNEWS UPDATE # Jenderal Andika Perkasa # IDI # dokter Terawan Agus Putranto # RSPAD Gatot Soebroto

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Dwi Adam Sukmana
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved