Terkini Daerah
Banyak Bidan Tak Dapat Upah Layak & BPJS, Sekretaris IBI Buka Suara hingga Tuntut Hal Berikut Ini
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Ikatan Bidan Indonesia (IBI) , Sri Puji Astuti mengungkap fakta terkait profesi bidan yang sampai saat ini dianggap kurang dipedulikan.
Diketahui, masih ada sejumlah bidan yang bekerja dengan gaji hanya Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per bulan dan tidak mendapat fasilitas jaminan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Atas beberapa faktor tersebut, pihaknya meminta Kemenaker hingga Disnaker di setiap daerah mengawasi para pekerja yang masih mendapat upah dibawah UMK.
Baca: Kisah Tragis Seorang Bidan Dibunuh oleh Calon Suami Beserta sang Anak yang Berusia 5 Tahun
Dikutip dari TribunSolo.com pada Sabtu (19/3/2022), Sekretaris Ikatan Bidan Indonesia, Sri Puji Astuti buka suara dalam hal tersebut.
Ia mengatakan, bahwa satu di antara garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
Namun, masih ada sejumlah bidan yang mendapat upah sangat tidak layak.
Bahkan, menurutnya dari 24.330 bidan yang bekerja, baru 2.900 bidan yang sudah diakomodir oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara 6.417 bidan yang berstatus honorer, gajinya masih di bawah upah minimum regional alias UMR.
Padahal, dengan tenaga profesi mereka telah bekerja 24 jam dan mempertaruhkan nyawa.
“Ada yang gajinya Cuma Rp 100 ribu, Rp 200 ribu per bulan. Dengan tenaga profesi, mereka kerja 24 jam. Mereka mempertaruhkan nyawa dan lain sebagainya,” katanya.
Ia mengatakan, tak hanya bidan tapi perawat juga ada yang mengalami hal itu.
“Itu fakta yang memprihatinkan, tapi kenyataannya seperti itu. Tak hanya bidan, perawat juga ada,” tambahnya.
Akibatnya, jika bidan sakit bahkan terpapar Covid-19 mereka harus mandiri.
Padahal, hampir semua tenaga bidan di Jateng pernah terpapar Covid-19.
Dia menuturkan, ada 46 bidan yang meninggal karena menjalankan tugas saat pandemi Covid-19 ini.
“Kami sudah melaporkan ke pusat. Tapi dari 46 itu baru tiga yang terakomodir mendapatkan bantuan,” ujarnya.
IBI sendiri mendorong para bidan untuk bisa membuka pratik sendiri, untuk solusi kesejahteraan bidan.
Selain itu, program pengangkatan bidan honorer menjadi tenaga ASN dan PPPK menjadi alternatif yang sangat diharapkan.
Baca: Sosok Dony Christiawan Pelaku yang Bunuh Bidan dan Anaknya di Jateng, Sempat Beri Keterangan Palsu
Disisi lain, Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto meminta, pemberi kerja harus menggaji pada tenaga bidan ini diatas UMK.
“Semua pemberi kerja ini harus memiliki struktur dan skala upah, itu amanah dari UU Ciptaker. Itu kewajiban bagi perusahaan atau pemberi kerja,” katanya.
Selain itu, dia juga menyoroti bidan yang tidak mendapatkan 6 jaminan sosial, yakni jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, pensiun, kematian,hari tua, dan jaminan bila kehilangan pekerjaan.
“Sudah sekolahnya mahal, resiko pekerjaan besar, kalau tidak ada perlindungan sosialnya gimana. Jangan Cuma mikir keuntungan perusahaan, tapi mempekerjakan bidan dengan tidak layak,” pungkasnya.
(Tribun-Video.com/TribunSolo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Miris, Masih Ada Bidan yang Digaji Ratusan Ribu Rupiah per Bulan dan Tak Mendapatkan BPJS
#Bidan #BPJS #Gaji Bidan #Kesejahteraan
Reporter: Sandy Yuanita
Sumber: TribunSolo.com
TRIBUNNEWS UPDATE
BPJS Kesehatan Klarifikasi Kabar Bayi WNI Baru Lahir Otomatis Jadi Peserta JKN, Ini Penjelasan Humas
Selasa, 7 April 2026
Terkini Nasional
Ramai Wacana Kenaikan Iuran, Dirut BPJS Ungkap Belum Ada Keputusan Resmi
Kamis, 5 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iuran BPJS Kelas II dan I Dikabarkan akan Naik, Dirut BPJS Masih Tunggu Arahan Presiden Prabowo
Kamis, 5 Maret 2026
Terkini Nasional
Iuran BPJS Naik, Menkes Tegaskan Peserta PBI Desil 1 Sampai 5 Tetap Ditanggung Penuh Pemerintah
Jumat, 27 Februari 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Menkes Buka Suara soal Kenaikan Iuran BPJS Kesejatan, Tegaskan Tak akan Pengaruhi Kelompok Miskin
Kamis, 26 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.