LIVE UPDATE
Pengawas sekaligus Mantan Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Membantah soal Praktik Perbudakan
TRIBUN-VIDEO.COM - Polemik kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terus berkembang.
Selain dinyatakan sebagai tempat rehabilitasi ilegal, kerangkeng ini disebut menjadi tempat tinggal para pekerja sawit yang tak dibayar upahnya.
Sejumlah lembaga bahkan menyebut ada praktik perbudakan modern terhadap orang-orang yang ditahan di kerangkeng itu.
Namun, hal itu dibantah oleh Suparman Perangin Angin yang menyebut dirinya sebagai pengawas/pembina tahanan.
Menurut Suparman, orang-orang yang ditahan dalam kerangkeng tersebut akan dipekerjakan di kebun sawit sesuai keahlian.
Ia menjelaskan, warga yang sudah 'lulus' dari kerangkeng itu langsung ditempatkan di sejumlah bidang pekerjaan.
Baca: Komnas HAM Temukan Fakta terkait Korban Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat, Sebut Lebih dari 1 Orang
Di antaranya bekerja sebagai sopir, tukang angkut sawit, atau karyawan lain.
Suparman lantas mengatakan, mereka menerima upah jika sudah menjadi 'alumni'.
Dengan kata lain, upah baru dibayarkan di akhir masa bekerja.
Baca: Ada Dugaan Kerangkeng Ketiga Milik Bupati Langkat Nonaktif, LPSK Ungkap Temuan-temuannya
Lebih lanjut Suparman menjelaskan, tak semua yang dititipkan oleh keluarga ke tempat penahanan ilegal tersebut adalah pecandu narkoba.
Suparman sendiri mengaku, dirinya pernah ditahan di kerangkeng manusia itu pada 2020-2021 lalu.
Kemudian, dirinya baru ditunjuk sebagai pengawas untuk memantau kondisi kesehatan para tahanan.
Pernyataan Suparman tersebut kontras dengan temuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Komnas HAM.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya telah menemukan pola kekerasan, pelaku, dan cara yang digunakan untuk menyiksa tahanan.
Temuan tersebut diperoleh dari beberapa keterangan saksi yang mengetahui tindak kekerasan yang terjadi.
Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan adanya data tahanan yang tewas lebih dari satu orang.(*)
# kerangkeng # perbudakan # Bupati Langkat
Sumber: Tribunnews.com
To The Point
Met Gala 2025 Usung Tema Superfine: Tailoring Black Style, Pamerkan Baju Era Perbudakan Kulit Hitam
Selasa, 6 Mei 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Jejak Abraham Lincoln, Presiden ke-16 AS Sang Penghapus Perbudakan, Dulu Hidup Serba Kekurangan
Rabu, 12 Februari 2025
kilas peristiwa
Kilas Peristiwa: Kronologi Terbongkarnya Kasus Kerangkeng Manusia di Kediaman Eks Bupati Langkat
Sabtu, 25 Januari 2025
Terkini Nasional
Eks Bupati Langkat Divonis Bebas, Korban Kerangkeng Manusia Tak Dapat Ganti Rugi
Kamis, 18 Juli 2024
Live Update
Eks Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin Divonis Bebas dalam Kasus TPPO
Selasa, 9 Juli 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.