Rabu, 8 April 2026

LIVE UPDATE

Pengawas sekaligus Mantan Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat Membantah soal Praktik Perbudakan

Rabu, 2 Februari 2022 09:40 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Polemik kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terus berkembang.

Selain dinyatakan sebagai tempat rehabilitasi ilegal, kerangkeng ini disebut menjadi tempat tinggal para pekerja sawit yang tak dibayar upahnya.

Sejumlah lembaga bahkan menyebut ada praktik perbudakan modern terhadap orang-orang yang ditahan di kerangkeng itu.

Namun, hal itu dibantah oleh Suparman Perangin Angin yang menyebut dirinya sebagai pengawas/pembina tahanan.

Menurut Suparman, orang-orang yang ditahan dalam kerangkeng tersebut akan dipekerjakan di kebun sawit sesuai keahlian.

Ia menjelaskan, warga yang sudah 'lulus' dari kerangkeng itu langsung ditempatkan di sejumlah bidang pekerjaan.

Baca: Komnas HAM Temukan Fakta terkait Korban Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat, Sebut Lebih dari 1 Orang

Di antaranya bekerja sebagai sopir, tukang angkut sawit, atau karyawan lain.

Suparman lantas mengatakan, mereka menerima upah jika sudah menjadi 'alumni'.

Dengan kata lain, upah baru dibayarkan di akhir masa bekerja.

Baca: Ada Dugaan Kerangkeng Ketiga Milik Bupati Langkat Nonaktif, LPSK Ungkap Temuan-temuannya

Lebih lanjut Suparman menjelaskan, tak semua yang dititipkan oleh keluarga ke tempat penahanan ilegal tersebut adalah pecandu narkoba.

Suparman sendiri mengaku, dirinya pernah ditahan di kerangkeng manusia itu pada 2020-2021 lalu.

Kemudian, dirinya baru ditunjuk sebagai pengawas untuk memantau kondisi kesehatan para tahanan.

Pernyataan Suparman tersebut kontras dengan temuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya telah menemukan pola kekerasan, pelaku, dan cara yang digunakan untuk menyiksa tahanan.

Temuan tersebut diperoleh dari beberapa keterangan saksi yang mengetahui tindak kekerasan yang terjadi.

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan adanya data tahanan yang tewas lebih dari satu orang.(*)

# kerangkeng # perbudakan # Bupati Langkat

Baca berita lainnya terkait Bupati Langkat

Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #kerangkeng   #Bupati Langkat   #perbudakan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved