Yuk Intip Proses Pembuatan Jam Tangan Kayu Matoa yang Lagi Trend
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kota Bandung sebagai kiprah mode Indonesia, banyak menghadirkan industri - industri kreatif.
Bahkan, banyak bermunculan mode mode ternama sebagai life style nya anak muda Indonesia.
Tanpa terkecuali jam tangan berbahan dasar kayu pun, menjadi trend anak muda saat ini.
Di antaranya adalah industri kreatif Matoa, yang membuat jam tangan kusus terbuat dari kayu sejak 2011.
Berlokasi di Jalan Kanayakan No.28, Dago, kota Bandung, Matoa kini telah tumbuh bersemi sebagai penghasil kerajinan jam kayu ternama di Indonesia dan dunia.
Menempati sebuah rumah dengan dua lantai, tempat ini di sulap menjadi kantor dan industri kreatif anak muda.
Di rumah ini terlihat sejumlah aktivitas anak muda yang tengah asyik merangkai dan mengukir jam kayu pada bagain samping dan belakang ruangan.
Sedangkan bagian ruang tengahnya, di fungsikan untuk bagian pengelolaan dan pemasaran, wajar beberapa dari mereka tengah sibuk berkutat dengan komputer.
Nah, kalau untuk jam kayunya, terpajang rapi di bawah sinar lampu kuning pada bagian ruangan depan (pada umumnya ruang tamu).
Jam tangan kayu Matoa di sebut - sebut sebagai pelopor jam tangan kayu di Indonesia.
Jam tangan ini memiliki konsep unik dan berbeda dari jam lainnya.
Ide unik dan tak biasa ini, akhirnya menjadi sebuah aksesoris keren yang telah dipilih oleh banyak orang untuk gaya hidup.
Dengan kreasi industri kreatif Matoa, kayu-kayu mentah ini bertransformasi menjadi jam tangan eksklusif yang ramah lingkungan.
Pada akhirnya menjadikan Matoa sebagai brand lokal yang mengawali pembuatan jam tangan berbahan dasar kayu.
Industri kreatif Matoa telah mengubah limbah kayu menjadi ukiran jam yang indah.
Sebagai pembuat jam kayu unik, Matoa telah menemukan cara untuk membantu menghemat sumber daya alam dan mendorong ramah lingkungan.
Sehingga tercipta lah jam tangan klasik bernilai tinggi.
Berbasis di Indonesia, industri kreatif Matoa, membentuk limbah kayu dalam bentuk yang paling indah.
Nama Matoa terinspirasi dari jenis pohon langka di Papua.
Industri kreatif ini telah berhasil menjual karyanya yang luar biasa ini ke seluruh cabangnya di Indonesia.
Bahkan, karya jam kayu Matoa ini sudah diekspor ke sembilan negara, meskipun hanya membuat 25 jam per hari.
"Saya tertarik untuk membuat jam ini, karena pernah punya jam kayu yang saya beli di Amerika Serikat," ujar Yanuar selaku Markom dan Sales Director Matoa, kepada Tribun Jabar, Jum'at (21/7/2017).
Yanuar menambahkan, awal memproduksi jam kayu ini juga tantangan dari mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.
"Waktu itu, Dino mencuitkan foto jam tangan kayu asal Hawaii di situs Twitter, dan menantang pengusaha Indonesia untuk menciptakan karya serupa," jelas Yanuar.
Merasa tertantang, Yanuar dan Lucky lalu meriset dan membuat jam tangan seperti itu.
Yanuar mengaku, butuh waktu selama kurang lebih setahun untuk meriset pembuatan jam kayu.
Namun mereka tidak menjiplak mentah-mentah desain dari luar negeri.
Menurut Yanuar, produk jam kayu luar negeri justru kekurangan sentuhan budaya, dan itulah yang membedakan produkau jam kayu dari Matoa.
Setiap produk jam kayu buatan Matoa menggunakan nama pulau atau tempat yang ada di Indonesia, misalnya Gili dan Moyo.
Berbahan dasar kayu sonokeling dan pinus Jerman, setiap produk Matoa dipastikan unik.
"Jam tangan ini lebih unik, karena ada motif pada urat kayu yang berbeda-beda antara sebuah pohon dengan yang lainnya," ujar Yanuar.
Kayu yang digunakan untuk setiap satu jam tangan produksi Matoa hanya berasal dari sebuah pohon.
Setiap seratus produk jam yang terjual, Matoa akan menanam seratus bibit pohon untuk memastikan produknya ramah lingkungan.
Satu jam tangan produksi Matoa dibanderol Rp 880.000 - 1.400.000.
Yanuara mengaku, Seluruh bagiannya dipastikan terbuat dari kayu, kecuali mesinnya yang masih menggunakan jam Miyota asal Jepang.
"Berbeda dengan produk sejenis, Matoa bakal tetap fokus pada jam tangan dengan bahan baku kayu secara keseluruhan," ujar Yanuar. (Fasko)
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Jabar
Terkini Nasional
Momen KDM Panggil Pria Viralkan Pelayanan Samsat Soekarno-Hatta, Pejabat Langsung Dinonaktifkan!
1 hari lalu
Terkini Daerah
Heboh, Bayi Ibu Muda Nyaris Dibawa OTK di RSHS Bandung, Sayangkan Kelalaian Perawat
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.