Terkini Nasional
Isi Ceramah di Marga Asih Diduga Membuat Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Begini Kata Pengacaranya
TRIBUNNEWS.COM - Pengacara Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta mengungkap isi ceramah Habib Bahar yang diduga menjadi pokok perkara hingga akhirnya kliennya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong.
Menurut Ichwan, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, ceramah yang dianggap mengandung kebohongan yakni ceramah perihal tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020.
Ceramah itu disampaikan oleh Habib Bahar di Marga Asih , Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca: Agar Tidak Hilangkan Barang Bukti dan Melakukan Hal yang Sama, Bahar bin Smith Langsung Ditahan
"Informasi yang kami dapat, pertanyaan-pertanyaan penyidik saat itu adalah di Margasih, di bagian dimana disampaikan penyidik, ada ceramah beliau yang mengurai KM 50 , 6 syudaha FPI gugur pada saat itu, dibantai. Itulah yang menjadi entry poin dari ceramah beliau," kata Ichwan dikutip dari video Catatan Demokrasi TV One, Rabu (5/1/2022).
Ichwan menyatakan, pihaknya belum mendalami apakah materi perkara yang menjerat kliennya benar-benar mengenai hal itu.
Meski demikian, disampaikan Ichwan, apa yang disampaikan Bahar mengenai tewasnya 6 laskar FPI itu adalah fakta.
"Kami juga belum begitu mendalami apakah materinya masuk ke sana. Yang jelas, apa yang dilakukan Habib memang menyampaikan fakta, ada pembantaian 6 laskar, bahkan Komnas Ham sudah menyampaikan, sudah merilis bahwa ada pelanggaran HAM di sana, walaupun bukan pelangggaran berat,tapi sudah ada pelanggarannya, sudah ada korbannya," bebernya.
Baca: Kepolisian Menduga TR Sengaja Rekam Ceramah Bahar bin Smith Lalu Disebarkan di YouTube
Menurut Kombes Pol Arief, kasus berita bohong itu berawal dari laporan seseorang yang berinisial TNA perihal ceramah Habib Bahar.
Kombes Pol Arief menerangkan, dalam memeriksa kasus ini, polisi telah memeriksa 33 saksi dan 19 ahli.
Polisi juga telah menyita 12 barang bukti.
Polda Jabar akhirnya menetapkan tersangka kepada Habib Bahar dan TR setelah dilakukannya pemeriksaan dan juga gelar perkara pada Senin (3/1/2022).
"Berdasarkan fakta hasil penyidikan, pemeriksaan hari ini dan gelar perkara hari ini, penyidik setidaknya telah mendapatkan dua alat bukti yang sah sesuai pasal 184 KUHP serta didukung barang bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, telah dapat meningkatkan status BS dan TR menjadi tersangka," terangnya.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar bin Smith langsung ditahan.
Kombes Pol Arief mengatakan terdapat alasan subjektif dan objektif terkait penahanan ini.
Baca: Kepolisian Sebut TR Diduga Sengaja Rekam dan Sebarkan Ceramah Bahar bin Smith
Alasan subjektifnya, Polisi menganggap Habib Bahar dan TR dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.
"Alasan objektif bahwa ancaman terhadap pasal-pasal kepada tersangka di atas 5 tahun penjara," ujarnya.
Adapun pasal-pasal yang digunakan menjerat Habib Bahar yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana Jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A UU ITE Jo Pasal 55 KUHP. (*)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengacara Ungkap Isi Ceramah Habib Bahar di Margaasih yang Diduga Membuatnya Jadi Tersangka
# Marga Asih # Ceramah # berita bohong # tersangka # Ichwan Tuankotta # Bahar bin Smith
Sumber: Tribunnews.com
Konflik Timur Tengah
Dinilai Bikin Umat Kristen Sakit Hati, GAMKI Polisikan Jusuf Kalla terkait Isi Ceramah di UGM
53 menit lalu
Terkini Nasional
Bupati Tulungagung Resmi Tersangka, Uang Rp2,7 M Hasil Pungli Pejabat, Pasal Berlapis Menjerat
1 hari lalu
Tribunnews Update
Penampakan Bupati Tulungagung Gatut usai Jadi Tersangka Pemerasan, Pakai Rompi Oranye KPK & Diborgol
1 hari lalu
Tribunnews Update
Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Petral Pertanyakan soal Kerugian Negara: Perhitungan Masih Dilakukan
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.