Kamis, 23 April 2026

Terkini Daerah

Sopir Angkot yang Terobos Palang Pintu Kereta Tidak Punya SIM, Polisi Panggil Pemilik Perusahaan

Senin, 6 Desember 2021 15:01 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM, MEDAN - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan akan memanggil pemilik perusahan angkutan kota sopir yang terlibat kejadian angkot Vs kereta api di jalan Sekip, pada Sabtu (4/12/2021) lalu.

"Ke depan kita akan memanggil pengusaha pemilik angkutan tersebut kenapa memperkejakan sopir yang belum bisa menunjukkan SIM," kata Riko di Pos Unit Lantas Lapangan Merdeka, Senin (6/12/2021).

Dikatakannya sampai saat ini sudah 3 saksi yang dimintai keterangan. Sementara itu ke depan pihaknya akan memanggil warga yang merekam kejadian di tersebut untuk jadi saksi.

Di samping itu, dikatakannya perihal apakah akan melakukan tes urine kepada para sopir ke depan kemungkinan akan dilakukan.

"Kalau tes urine kita akan bekerjasama dengan stakeholder yang ada agar menindaklanjutinya. Jadi tidak menutup kemungkinan terjadi, apa lagi ini menjelang hari Natal dan Tahun Baru," bebernya.

Sementara itu, saat ini keenam korban yang selamat dari kejadian naas tersebut masih dirawat di RSU Royal Prima. Sementara dari 4 orang yang meninggal dunia, 1 orang masih belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya diberitakan, 3 dari 4 penumpang yang tewas dalam peristiwa angkot menerobos portal rel kereta api di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat telah terungkap.

"Sampai pukul 01.00 WIB dini hari ini tim inafis telah mengungkapkan 3 identitas korban yang meninggal dunia," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar, Minggu (5/12/2021) dinihari.

Baca: Korban Kecelakaan Angkot Terobos Palang Pintu Kereta Api Baru Pulang Melayat

Diketahui ketiga korban bernama Batara Arengga Nasution, dan lainnya seorang ibu Asma Nur dan anaknya Faida Harahap.

Petugas Kepolisian mengevakuasi mobil angkutan kota (angkot) pascatabrakan dengan kereta api di perlintasan KAI Jalan Gereja, Medan, Sabtu (4/12/2021). Dalam peristiwa tersebut sebanyak delapan orang penumpang menjadi korban, empat orang diantaranya meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30, angkot 123 plat nomor polisi BK 1610 UE tersebut memotong antrean pengendara yang lain dari sisi kanan jalan dan terus menerobos palang pintu perlintasan kereta api disaat palang sudah turun.

Sehingga tabrakan tak terelakkan, kereta api datang dari arah Binjai menuju Medan, menghantam sisi kiri bagian belakang angkot yang datang dari Jalan Sekip menuju Jalan Gereja. Sementara itu warga langsung ramai menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit Royal Prima.

Pascatabrakan didapati sopir angkot berusaha melarikan diri, sehingga warga setempat menghajar dan mengamankan ke pos kereta api terdekat. Sementara kondisi angkot ringsek. Kaca bagian depan hancur dan sisi kiri bagian belakang terlepas.

Identitas sopir bernama lengkap Hati Manalu berumur 43 tahun, warga Jalan Batang Kuis Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Saat akan membawa sopir tersebut, petugas kepolisian terpaksa melepaskan dua tembakan untuk membubarkan kerumunan warga yang ingin menghajar sopir.

Warga Keroyok Sopir Angkot Maut, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Kepolisian melepaskan dua tembakan untuk membubarkan kerumunan warga yang ingin menghajar sopir pembawa angkot 123 yang ditabrak kereta api di Jalan Sekip, Kelurahan Agul, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12/2021).

Sopir angkot itu menerobos portal kereta api sehingga menyebabkan penumpangnya tewas dan luka-luka.

Sopir diamankan di pos jaga perlintasan kereta api sementara warga berkerumun di luar.

Sewaktu mobil polisi datang untuk membawa sopir itu ke Polsek Medan Barat tiba, petugas membuka jalur di tengah kerumunan massa.

Sewaktu keluar di depan pintu pos kereta api, tampak massa langsung menyeret sopir dan memukul secara membabi buta.

Polisi pun coba untuk mencegah terjadinya pengeroyokan massa. Sesampainya dekat ke mobil polisi, kerumunan warga semakin banyak dan terjadi kericuhan.

Polisi melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun massa tetap melakukan pemukulan sampai melempar batu ke mobil polisi.

Baca: Kecelakaan Tewaskan Ayah & Anak yang Naik Motor di Lubuklinggau, Pengemudi Mobil Diduga Ugal-ugalan

Tak lama, sopir tersebut berhasil diamankan dan diboyong ke Polsek Medan Barat. Kini, arus lalu lintas pun masih macet. Pengendara dari segala arah merambat padat.

Warga sekitar mengatakan, kereta api menghantam angkot sekitar pukul 15.30 WIB.

Angkot 124 itu datang dari arah Jalan Karya menuju Jalan Sekip.

"Jadi saat itu portal kereta api dalam keadaan tertutup. Tapi angkot tersebut melaju dan tiba-tiba berhenti di tengah rel," katanya.

"Tak lama sopirnya keluar, sementara penumpang masih ada di dalam," sambungnya.

Selanjutnya, terjadilah tabrakan sampai menghancurkan angkot tersebut.

Berdasarkan penglihatan saksi ada delapan orang yang berhamburan di jalan akibat laka lantas itu

Seluruh korban kini dibawa di Rumah Sakit Royal Prima.

(cr8/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul LAKALANTAS Maut Angkot vs KA, Kapolrestabes Medan Panggil Bos Angkot terkait Kasus SIM

Editor: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Medan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved