HOT TOPIC

Mahasiswa di Medan Dianiaya Oknum Polisi dan Dipaksa Ngaku Curi Spion Mobil, Diduga Salah Tangkap

Minggu, 28 November 2021 21:42 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang mahasiswa bernama Hendra Frizky Novando dianiaya oleh seorang oknum polisi.

Tak hanya dianiaya , Hendra juga dipaksa untuk mengaku telah mencuri spion mobil milik istri oknum polisi tersebut.

Namun diduga oknum polisi itu salah tangkap.

Baca: Napi di Medan Tewas seusai Dianiaya 6 Orang di Sel, Oknum Polisi yang Ditahan Ikut Diduga Terlibat

Insiden itu terjadi pada (19/7/2021) di SPBU Ringroad Medan.

Saat itu, Hendra merasa dijebak oleh Vanez Bangun, istri oknum polisi.

Sebab awalnya Vanez mengaku berniat membeli kaca spion mobil yang dijual oleh Hendra di media sosial.

Kemudian saat ditangkap, Hendra mengaku dianiaya.

Hendra lalu dibawa ke kantor polisi dan dipaksa mengakui tuduhan palsu, bahkan Hendra menyebut dicekik dan dipukul pada kepala bagian belakang.

Pemukulan itu disebutnya dilakukan oleh juru periksa di Polsek Sunggal bernama Joko Nuansa Sembiring dan suami dari Vanez Bangun, serta lima oknum polisi lainnya.

Baca: Detik-detik Oknum TNI vs Oknum Polisi Adu Jotos di Ambon, Berawal dari Salah Paham

"Kemudian di malam itu saya langsung ditangkap karena saya diduga mencuri kaca spion mobil tersebut. Dan kemudian saya dipukul, dibawa ke Polsek Sunggal. Setidaknya ada 7 orang yang memikul saya," katanya.

Dikutip dari Tribun-Medan.com, Minggu (28/11/2021), kasus ini bermula saat Hendra kehilangan kaca spion mobil sebelah kanan.

Kemudian ia membeli kaca spion baru, lalu kaca mobil lama yang tersisa dijual lewat medsos.

Selang beberapa jam, ada seorang perempuan bernama Vanes hendak membeli lalu sepakat untuk bertemu di sebuah kafe.

Disaat Hendra dan Vanez bertemu, serta memperlihatkan kaca spion tersebut, tiba-tiba mereka didatangi beberapa orang yang diduga sebagai polisi dan langsung menginterogasi soal keaslian barang dan asal usul spion tersebut.

Baca: Adu Jotos Oknum Polisi & TNI di Ambon, Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Sesalkan Kejadian

Ketika dijelaskan kalau itu merupakan miliknya, para pria diduga anggota Polsek Sunggal itu tidak terima dan langsung memboyong Hendra ke Polsek Sunggal.

Di sana, ia diperiksa dan dipaksa mengaku telah melakukan pencurian.

Sementara itu, ketika ia mencoba menjelaskan dirinya memiliki bukti foto yang ada di handphonenya, namun polisi tak mau tahu.

Selain itu, ia juga berusaha menunjukkan kwitansi pembelian kaca spion baru yang ia pasang karena sparepart lama itu dicuri.

Setelah itu, ia ditahan di Polsek Sunggal selama kurang lebih 26 jam, sampai akhirnya polisi melepaskan karena tidak ada bukti yang kuat.

Belakangan diketahui, Hendra ditangkap Polsek Sunggal atas laporan Vanez Bangun dan suaminya Berman Sitanggang.

Mereka melaporkan Hendra karena mengira spion yang dijual Hendra adalah barang curian, terlebih spion mobil itu diklaim mirip dengan punya Vanez Bangun.

Setelah itu Vanez langsung menjebak Hendra dengan pura-pura menjadi pembeli hingga Hendra akhirnya dikriminalisasi.

Baca: Viral Video Detik-detik Adu Jotos Oknum TNI vs Oknum Polisi di Ambon, Baku Hantam saat Pakai Seragam

"Mereka mengaku kehilangan makanya itu dikira punya mereka makanya langsung bilang mau beli. Keduanya bersikeras itu miliknya padahal itu punya saya,"ucapnya.

Kini Hendra melaporkan oknum polisi tersebut ke Propam Polda Sumut karena ketidakprofesionalan dalam bertugas. (Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Diduga Salah Tangkap, Mahasiswa USU Digebuki di Polsek Sunggal Dipaksa Ngaku Curi Spion Bini Polisi

# Polda Sumut # polisi # mobil # spion # Medan # penganiayaan # dianiaya # mahasiswa # HOT TOPIC

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #HOT TOPIC   #mahasiswa   #dianiaya   #penganiayaan   #Medan   #spion   #mobil   #polisi   #Polda Sumut
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved