Sabtu, 11 April 2026

Pria yang Ngaku Dibegal dan Disetrum di BKT Duren Sawit, Ternyata Korban Wanita Open BO

Minggu, 10 Oktober 2021 08:15 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus begal sepeda motor bermodus polisi di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) Duren Sawit yang dilaporkan korban Aulia Rafiqi (23), adalah laporan palsu.

Mulanya, ia mengaku jika dirinya disetrum dan disandera pada Rabu (6/10/2021) sekira pukul 03.00 WIB.

Setelah diselidiki, ia ternyata menjadi korban perempuan bayaran open B0 (booking online) yang dikencaninya lewat sebuah aplikasi.

Motor dan ponselnya diambil lantaran Rafiqi tak memberikan sesuai dengan kesepakatan.

Sebelumnya, Aulia Rafiqi mengaku dibegal oleh lima orang pelaku saat perjalanan pulang ke rumahnya.

Ia juga mengaku disandera, diancam dengan celurit hingga disetrum dengan alat kejut.

Tak hanya itu, uang senilai Rp1,5 juta, dua unit HP dan satu unit sepeda motor dibawa kabur para pelaku yang mengaku polisi.

Rafiqi menyebut, pelaku leluasa beraksi karena saat kejadian tak ada warga di lokasi kejadian, kondisi jalan di sekitar lokasi pun minim penerangan.

Atas insiden itu, ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.

"Pas kejadian itu pelaku enggak pakai atribut polisi, hanya mengaku saja. Saya bisa pulang ke Bekasi setelah jalan kaki dan mencari tebengan pengendara lewat. Barang diambil handphone dua, motor, sama dompet," tutur Rafiqi.

Namun, melalui video klarifikasi yang beredar luas, Rafiqi mengakui bahwa seluruh kejadian yang ia laporkan ke Satreskrim Polresto Jakarta Timur adalah kebohongan.

"Dengan ini menyatakan, laporan yang saya buat di Polres Metro Jakarta Timur bahwa saya dibegal dan disetrum oleh orang yang mengaku polisi adalah bohong atau hoaks," ujar Rafiqi dalam rekaman video klarifikasinya, Sabtu (9/10/2021).

Video tersebut dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan.

"Benar (soal video klarifikasi)," kata Erwin melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (9/10/2021) siang.

Dalam video itu, ia mengaku jika dirinya menjadi korban perampokan di Bekasi terkait pesanan teman kencan lewat sebuah aplikasi.

Pria tersebut terlibat cekcok lantaran tak terjadi kesepakatan antara keduanya.

Merasa dirugikan, wanita tersebut akhirnya merampas sepeda motor dan handphone Rafiqi.

"Awalnya saya MiChat dengan seorang perempuan dan open BO di Apartemen Kemang View Bekasi, lantai 9. Kemudian terjadi cekcok. Karena tidak terjadi kesepakatan, akhirnya handphone dan motor saya diambil oleh teman-teman perempuan tersebut," jelas Rafiqi.

Selain membuat klarifikasi, ia juga meminta maaf kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia atas kegaduhan pelaporan palsu yang dilakukannya di Polres Metro Jakarta Timur.

"Saya mohon maaf yang sebesar besarnya atas kebohongan saya kepada Kepolisian Republik Indonesia," ucapnya.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, Kompol Indra Tarigan mengatakan, Rafiqi terancam menjadi tersangka karena membuat laporan palsu yang dianggap sudah membuat warga resah.

"Bisa menjadi tersangka karena sudah membuat resah masyarakat memberikan berita bohong," kata Indra.

(Tribun-Video.com/TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terungkap! Pemuda Buat Laporan Palsu Korban Begal di KBT Karena Takut Ketahuan jadi Korban Open BO


# Polres Metro Jakarta Timur # Duren Sawit # begal

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved