Minggu, 19 April 2026

Terkini Daerah

Menurut Psikolog, Gibran yang Hilang di Gunung Guntur Alami Post Traumatic Stress dan Pareidolia

Minggu, 26 September 2021 22:01 WIB
Tribun Jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUN-VIDEO.COM - Pendaki Gunung Guntur yang sempat hilang pada 19 September 2021 dan ditemukan pada 24 September 2021, Muhammad Gibran Arrasyid alami hal mistis selama bertahan hidup.

Lantas, apakah ada kajian ilmiah dan rasional terkait apa yang dialami Gibran selama hilang di Gunung Guntur yang mengaku alami hal mistis, psikolog Unpad Aulia Iskandarsyah menjelaskan perspektif ilmiah.

Dari perspektif psikologi, kata Aulia, kejadian yang menimpa Gibran ini dapat menjelaskan beberapa hal.

Pertama, penuturan yang disampaikan Gibran setelah dievakuasi bisa saja merupakan pengalaman dan penghayatan pribadinya yang dihasilkan dari proses mengingat kembali.

"Jika seseorang baru saja mengalami kejadian atau peristiwa yang dahsyat, menakutkan, dan traumatik, bisa saja dia mengalami yang namanya post traumatic stress yang sangat memungkinkan proses mengingat peristiwa menjadi tak utuh, kabur, atau urutan dan kejelasan kejadian bisa saja salah," katanya saat dihubungi, Minggu (26/9/2021).

Baca: Pengalaman Gibran Bocah Pendaki, 6 Hari Tersesat di Gunung Guntur, Mengaku Ditawari Makan Sosok Ini

Biasanya, lanjut dia, seseorang akan berusaha merangkaikan fragmen ingatan-ingatan yang dia ingat menjadi suatu uraian cerita yang bisa dia mengerti dan pahami.

"Meskipun secara aktual tak seperti itu," kata dia. Kemudian hal kedua, pada orang-orang tertentu, ada yang memiliki kecenderungan atau hypersensitive untuk melihat hal-hal yang samar menjadi suatu bentuk tertentu, sosok tertentu atau gambaran tertentu.

"Fenomena ini disebut sebagai Pareidolia. Inilah yang kemudian menerangkan hal-hal yang dilihat pada orang-orang yang melaporkan telah alami pengalaman paranormal. Dari segi psikologi, hal yang jadi prioritas adalah melakukan penanganan yang intensif baik secara fisik maupun psikologis pada Gibran agar dapat pulih kembali kondisi fisik juga psikologisnya," katanya.

Baca: Pengakuan Gibran Hilang 5 Hari di Gunung Guntur, Didatangi 5 Sosok Misterius, Tak Rasakan Malam

Dia menegaskan bukan hal prioritas untuk memvalidasi ingatan dari pengalaman Gibran.

Jikapun akan melakukan identifikasi atau pencatatan pengalaman yang lebih menyeluruh, Aulia menyebut sebaiknya dilakukan setelah kondisi fisik dan psikologisnya pulih.

Perjalanan Mistis

Cerita mistis dialami Muhammad Gibran Arrasyid (14) yang sempat hilang saat mendaki Gunung Guntur pada 18 September 2021 dan hilang pada 19 September 2021.

Gibran ditemukan pada Jumat (24/9/2021) sekira pukul 16.30 dalam keadaan selamat.

Gibran menceritakan apa yang dia lihat dan rasakan selama enam hari hilang di Gunung Guntur yang berada di Kabupaten Garut tersebut. Sebelum hilang, Gibran semula berada di tenda.

"Tiba-tiba bangun ada di sungai, sungainya warna kuning, airnya jernih," ujar Muhammad Gibran Arrasyid kepada Tribunjabar.id di Puskesmas Tarogong, Jumat (24/9/2021).

Gibran juga menceritakan bahwa selama enam hari hilang dirinya tidak merasakan adanya malam hari. Ia merasakan kondisi terang seperti siang hari.

"Enggak ada malam, siang hari terang," ungkapnya.

Baca: Kisah Gibran yang Hilang 6 Hari di Gunung Guntur, Tak Merasakan Malam hingga Bertemu Sosok Misterius

Gibran menjelaskan dirinya bertahan hidup dengan minum air putih di sungai dan daun-daun selama berada di Gunung Guntur.

Ia mengaku ada sosok mistis yang menyuguhkan makanan namun ia tidak memakannya dan memilih untuk minum air sungai. Sosok mistis tersebut menurutnya berjumlah lima orang dengan pakaian yang serba putih.

"Ditawarin nasi sama ada ikan, orangnya putih, perempuan tiga, laki-laki dua," ungkapnya.

Gibran kemudian ditemukan oleh seorang warga saat dirinya terjatuh dari tebing. Ia mendengar teriakan warga yang tidak jauh dari tempatnya yakni di kawasan Curug koneng (sungai kuning).

Baca: Detik-detik Bocah Bernama Gibran Ditemukan seusai 6 Hari Hilang di Gunung Guntur, Harus Digendong

"Pas jatuh saya mendengar ada bapak-bapak teriak nama," ungkapnya.

Gibran ditemukan di kawasan Curug Koneng atau sekira 750 meter dari pos 3 pendakia Gunung Guntur.

Proses pencarian kali ini menerjunkan lebih dari seratus orang dibantu Kompi 4 Batalyon Pelopor A Sat Brimob Polda Jabar dan Dalmas Polres Garut.

Gunung Guntur Berstatus Cagar Alam, Butuh Syarat Ketat untuk Masuk

Sejak tahun 1979, Gunung Guntur sudah ditetapkan statusnya menjadi cagar alam oleh Kementrian Pertanian dengan SK 170/KptsUm/3/1979.

Lalu, pada tahun 1990, diadakan perluasan cagar alam dengan SK 110/Kpts-II/1990. Terakhir, pada tahun 1994, penetapan ini diperbaharui lagi oleh Kementrian Kehutanan dengan SK 433/Kpts-II/1994. Walau begitu, Gunung Guntur tetap menjadi bagian dari Cagar Alam Kamojang hingga saat ini.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bukan Mistis, Gibran yang Hilang di Gunung Guntur Alami Post Traumatic Stress dan Pareidolia

Editor: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved