Terkini Daerah
WHO Mendapatkan Rekomendasi untuk Perawatan Covid-19 yang Ingin Antibodi Koktail Jadi Lebih Murah
TRIBN-VIDEO.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ingin pengobatan antibodi koktail untuk Covid-19 menjadi lebih murah setelah masuk dalam rekomendasi pengobatan untuk pasien Covid-19.
Pengobatan antibodi ini telah mendapat rekomendasi untuk digunakan kepada pasien gejala berat dan pasien gejala ringan yang memiliki potensi untuk menjadi buruk.
Dilansir dari situs resmi WHO, dikatakan bahwa pihak WHO telah meminta kepada Regeneron, yang memegang paten, untuk menurunkan harga obat dan mengupayakan distribusi yang adil di seluruh dunia.
Regeneron juga diminta untuk berbagi teknologi agar memungkinkan pembuatan versi biosimilar.
Baca: Pemerintah Indonesia Diminta WHO dan UNICEF Segera Lakukan Pembelajaran secara Tatap Muka
Untuk diketahui, antibodi koktail adalah pengobatan yang memasukkan antibodi casirivimab dan imdevimab kepada pasien Covid-19 dengan diinjeksi atau dimasukkan ke dalam infus.
Regeneron bekerjasama dengan produsen obat Swiss, Roche untuk memproduksi pengobatan antibodi.
Mereka memproduksi obat tersebut dengan nama Ronapreve.
Obat tersebut telah masuk ke dala rekomendasi perawatan WHO pada Jumat (24/9/2021).
Studi klinis menunjukkan kombinasi obat itu efektif pada pasien yang tidak sakit parah tetapi berisiko tinggi dirawat di rumah sakit dengan Covid-19. atau mereka dengan kasus penyakit parah dan tidak memiliki antibodi.
Pasien yang dimaksud berisiko tinggi misalnya lansia, orang dengan komorbid, atau siapapun yang belum menerima vaksin karena kondisi tertentu yang ditetapkan dokter.
Dalam keterangannya, WHO juga menyampaikan bahwa para pegiat dan pakar kesehatan masyarakat telah mendesak perusahaan farmasi untuk menurunkan harga dan berbagi kekayaan intelektual untuk memastikan perawatan dan vaksin Virus Corona.
Terlebih yang pengembangannya didanai oleh pembayar pajak.
Mereka berharap agar berbagai vaksin, obat atau metode perawatan infeksi Covid-19 tersedia bagi mereka yang membutuhkannya di mana pun mereka tinggal.
Saat rekomendasi WHO diumumkan, Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) mendesak Regeneron untuk menyediakan casirivimab dan imdevimab dengan harga yang wajar, dan berhenti memberlakukan paten, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Sangat tidak adil bahwa orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak dapat mengakses perawatan Covid-19 baru yang dapat mengurangi risiko kematian karena monopoli perusahaan farmasi dan menginginkan pengembalian yang tinggi,” kata Dr Elin Hoffmann Dahl, Penasihat Kampanye Akses MSF.
“Casirivimab dan imdevimab hanya direkomendasikan secara kondisional untuk Covid-19, tetapi Regeneron sudah mulai mengajukan paten."
"Regeneron seharusnya memberi contoh bagi semua produsen antibodi monoklonal dengan menempatkan nyawa orang di atas keuntungan."
"Orang-orang di mana pun membutuhkan akses yang terjangkau dan berkelanjutan ke obat-obatan yang menyelamatkan jiwa dalam pandemi ini, serta di masa depan.”
Baca: WHO Pantau Perkembangan Munculnya Varian Baru Covid-19, Sempat Terdeteksi di 39 Negara
Perawatan ini termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal, yang telah beredar di pasaran selama beberapa dekade untuk banyak penyakit lain, termasuk kanker.
MSF mencatat bahwa Regeneron telah memberi harga koktail antivirus di sejumlah negara dengan harga yang jauh lebih tinggi di atas harga produksi.
Mereka juga telah mengajukan aplikasi paten di setidaknya 11 negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dalam catatn mereka, perusahaan telah mengembangkan pengobatan dengan pendanaan publik dan bahwa biaya produksi untuk obat antibodi monoklonal diperkirakan kurang dari $100 per gram atau sekitar Rp. 1.4 Juta ketika diproduksi dalam skala besar.
WHO mengatakan UNITAID, sebuah badan kesehatan internasional, sedang bernegosiasi dengan Roche untuk harga yang lebih rendah dan distribusi yang adil di seluruh bagian dunia.
Hal ini juga dalam diskusi dengan perusahaan untuk donasi dan distribusi obat melalui UNICEF, mengikuti kriteria alokasi yang ditetapkan oleh WHO. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Dapat Rekomendasi untuk Perawatan Covid-19, WHO Ingin Pengobatan Antibodi Koktail Jadi Lebih Murah
TRIBUNNEWS UPDATE
Waspada Virus Nipah! WHO Konfirmasi Satu Orang Terjangkit di Bangladesh Telah Meninggal Dunia
Sabtu, 7 Februari 2026
Musik
Lirik Lagu Who Knows - Daniel Caesar: Maybe We Get Married One Day, But Who Knows?
Kamis, 6 November 2025
Tribunnews Update
Taiwan Tuduh Mi Instan dari Indonesia Mengandung Etilen Oksida, BPOM: Sudah Ikuti Standar WHO
Senin, 15 September 2025
Live Update
Kegilaan Israel, Sasar Fasilitas hingga Culik Staf WHO di Gaza: Diborgol hingga Ditelanjangi
Rabu, 23 Juli 2025
Tribunnews Update
Israel Serang Gedung WHO di Gaza, Sebut Evakuasi Paksa hingga Todong Senjata pada Keluarga Staf
Selasa, 22 Juli 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.