Terkini Nasional
Pemerintah Indonesia Diminta WHO dan UNICEF Segera Lakukan Pembelajaran secara Tatap Muka
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Indonesia didesak segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Badan PBB untuk anak-anak (Unicef) tersebut keluar setelah selama 18 bulan sekolah di Indonesia memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Jadi, penting bahwa ketika kami membuka sekolah, kami juga mengendalikan penularan di komunitas-komunitas itu,” ujar Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr Paranietharan dalam keterangan tertulis sebagaimana disampaikan dalam laman resmi WHO, Selasa (21/9/2021).
WHO juga menyebut dengan protokol keamanan yang ketat, sekolah dapat menjadi lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak daripada di luar sekolah.
Dalam keterangannya, WHO juga menyampaikan, penutupan sekolah berdampak tidak hanya pada pembelajaran siswa.
Baca: Pembelajaran Tatap Muka di Tana Tidung Ditunda, Tunggu Vaksinasi Pelajar Lengkap hingga Dosis Ke-2
Tetapi juga pada kesehatan dan kesejahteraan di tahap perkembangan kritis anak yang dapat menimbulkan efek jangka panjang.
Selain itu, anak-anak yang tidak bersekolah juga menghadapi risiko eksploitasi tambahan termasuk kekerasan fisik, emosional dan seksual.
Dalam keterangan tersebut, WHO maupun UNICEF juga menyoroti peningkatan pernikahan anak, dan kekerasan anak yang menunjukkan tingkat mengkhawatirkan. Peradilan agama mencatat kenaikan tiga kali lipat permintaan dispensasi perkawinan, dari 23.126 pada 2019 menjadi 64.211 pada 2020.
Sementara itu, perwakilan UNICEF Debora Comini menyampaikan, sekolah bagi anak-anak lebih dari sekedar ruang kelas.
Baca: Kronologi Atap Sekolah di Kota Bogor Ambruk, Setahun Tak Digunakan Pembelajaran Tatap Muka
Sekolah memberikan pembelajaran, persahabatan, keamanan dan lingkungan yang sehat.
Menurutnya, semakin lama anak-anak tidak bersekolah, maka mereka tak lagi mendapatkan hal tersebut.
“Ketika pembatasan Covid-19 dilonggarkan, kita harus memprioritaskan pembukaan kembali sekolah yang aman sehingga jutaan siswa tidak menderita kerusakan seumur hidup pada pembelajaran dan potensi mereka,” kata dia.
Ia mengingatkan, ketika pembukaan sekolah dilakukan, maka sekolah harus memberikan respons pemulihan yang tepat guna meminimalkan dampak penutupan sekolah jangka panjang pada kehidupan anak-anak yang terjadi selama ini. (Tribunnews/Fahdi Fahlevi)
# WHO # Unicef # Pembelajaran Tatap Muka (PTM) # siswa
Baca berita lainnya terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO dan UNICEF Minta Pemerintah RI Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Terkini Nasional
DIPROTES WALI MURID! Dedi Mulyadi Gratiskan Biaya Sekolah Siswa Kurang Mampu di Swasta
4 hari lalu
Tribunnews Update
Prabowo Beri Motivasi Siswa Sekolah Rakyat yang Jadi Korban Bully: Jika Diejek Balas dengan Sopan
7 hari lalu
Tribunnews Update
Prabowo Langsung Berdiri dari Tempat Duduk, Peluk Siswa yang Menangis Curhat Sering Diejek Teman
Minggu, 7 Juni 2026
Tribunnews Update
Momen Presiden Prabowo Duduk di Bangku Siswa, Ikut Santap Sajian MBG di Sekolah Rakyat Tabanan Bali
Minggu, 7 Juni 2026
Tribunnews Update
Ekspresi Haru Prabowo Dengar Pengakuan Siswa Baru Bisa Baca seusai Masuk SMP Sekolah Rakyat di Bali
Minggu, 7 Juni 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.