Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Ratusan Bendera Putih Berkibar di Kawasan Malioboro, Tanda Menyerah PKL dengan PPKM Level 4

Jumat, 30 Juli 2021 16:12 WIB
Tribun Jogja
Editor: fajri digit sholikhawan | Reporter: Rena Laila Wuri | Video Production: Enggar Tiasto

TRIBUN-VIDEO.COM - Ratusan bendera putih terpasang di sepanjang kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Langkah tersebut dilakukan sejumlah pedagang dikawasan Malioboro karena mereka merasa berkabung atas lumpuhnya perekonomian.

Mereka menyerah pada kebijakan PPKM mulai dari darurat, level 4 jilid 1 hingga jilid 2.

Sejumlah paguyuban pedagang di Malioboro, Kota Jogja,  memasang puluhan bendera putih tanda menyerah, Jumat (30/7/2021).

Mereka tak lagi mampu bertahan di masa penerapan PPKM Level 4.

Bendera putih itu terpasang di sepanjang pedestrian di Malioboro dan beberapa lainnya dikibarkan di gerobak dagangan mereka.

"Bendera putih dipahami oleh masyarakat kita sebagai tanda berkabung. Hal itu yang hari hari ini mulai merayapi komunitas dan pelaku usaha di Malioboro," jelas Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) Desio Hartonowati saat ditemui di Kawasan Malioboro, Jumat (30/7/2021).

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) Desio Hartonowati menjelaskan bahwa kebijakan PPKM darurat dan level 4 sebulan ini, dia dan rekan-rekannya tak berdagang.

Tak ada penghasilan, utang pun menumpuk.

Baca: Viral Video PKL Tasikmalaya Makan Nasi Liwet Bareng di Tengah Jalan dan Abai Prokes, Ini Kata Polisi

Mereka pun mengharapkan adanya terobosan kebijakan luar biasa dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY di tengah situasi krisis seperti saat ini.

Desio menjelaskan, Pemda DIY memang telah menyediakan skema relaksasi bagi para PKL.

Dikutip dari TribunJogja.com, skema relaksasi untuk para PKL di kawasan Malioboro dari pemeritah dengan menyiapkan bantuan modal bergulir.

Bantuan modal itu disalurkan melalui koperasi.

Namun belum seluruh pelaku usaha di kawasan itu mendapat jatah bantuan.

Sebab, tidak seluruh pelaku usaha tergabung dalam koperasi.

"Sementara relaksasi dana bantuan yang diturunkan PKL yang telah diturunkan dari 26 Juli sampai 29 Juli tidak terlalu memberi dampak positif, maka wajar kami dan Malioboro berkabung," paparnya.

Menurutnya, sejauh ini telah ada dua koperasi yang akan mendapat bantuan dari pemerintah. Sedangkan sembilan paguyuban lain tidak bisa diakomodir karena tidak berbadan hukum koperasi.

"Kami berharap dan meminta kepada gubernur untuk mencari terobosan agar paguyuban yang tidak berbadan hukum koperasi bisa mengakses bantuan modal bergulir tanpa bunga," jelasnya.

Pihaknya juga kecewa karena pemerintah tak kunjung meberi toleransi waktu berjualan khusus bagi PKL lesehan di Malioboro.

Saat ini pemerintah tetap mewajibkan pelaku usaha untuk tak berjualan di atas pukul 20.00 WIB.

Padahal PKL lesehan biasanya baru berjualan sekitar pukul 18.30 WIB.

Tak ada kelonggaran yang diberikan pemerintah, terpaksa PKL lesehan memutuskan untuk tak berjualan meski pemerintah telah memberi izin untuk berdagang.

"Lesehan ini jadi kelompok yang paling menderita karena sejak kebijakan pembatasan tahun 2020 sampai PPKM 2021 tidak pernah terakomodir terkait kebijakan kelonggaran toleransi," paparnya.

Para PKL lesehan pun berharap pada 2 Agustus mendatang ada kelonggaran untuk para pedagang.

Seperti pelonggaran berjualan hingga 23.00 WIB.

"Kami berharap supaya setelah tanggal 2 Agustus kami diberi kelonggaran berjualan sampai jam 23.00. Kita tetap tidak bisa jualan dengan rentan waktu 1,5 jam, sama saja kita tutup," lanjutnya.(Tribun-video.com/ TribunJogja)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Simbol Menyerah dan Jauh dari Bantuan, PKL Kibarkan Ratusan Bendera Putih di Sepanjang Malioboro

# TRIBUNNEWS UPDATE # Malioboro # bendera putih # PPKM Level 4 # Yogyakarta

Sumber: Tribun Jogja
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved