TribunnewsWiki
Keputihan, Keluarnya Cairan yang Menyerupai Lendir dari Vagina, Kenali Gejala & Penyebab Berikut Ini
TRIBUN-VIDEO.COM - Keputihan ialah cairan yang keluar dari vagina.
Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.
Keputihan dapat terjadi karena cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim keluar membawa sel mati dan bakteri.
Baca: Vaginal Agenesis, Kelainan Bawaan Wanita Tidak Memiliki Vagina, Leher Rahim, Rahim, atau Ovarium
Lantaran itu lah, vagina tetap terlindung dari infeksi.
Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami siklus menstruasi.
Sedangkan, ibu hamil kemungkinan akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon.
Namun, saat wanita memasuki masa menopause, keputihan akan berkurang.
Meskipun keputihan merupakan hal yang normal dialami para wanita, namun ada beberapa jenis cairan keputihan yang berbahaya.
Baca: Apa Itu Virus Mosaik? Penyakit yang ada pada Tanaman Janda Bolong
Jenis
- Keputihan Fisiologis (alami) adalah keputihan normal.
Ciri-ciri keputihan normal ini antara lain berjumlah sedikit, cair, bening, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal.
Keputihan alami dapat terjadi karena perubahan hormonal selama siklus haid, stres, kehamilan, alat kontrasepsi, dan aktivitas seksual.
- Keputihan Patologis (kelainan) adalah keputihan yang tidak normal.
Keputihan tidak normal ini bersifat bau, gatal, dan jumlahnya cukup banyak.
Penyebabnya bisa karena proses infeksi, alergi, benda asing, atau tumor di saluran reproduksi.
Diperkirakan sekitar 75% wanita dewasa di Indonesia pernah mengalami keputihan.
Baca: Sindrom Brugada, Kelainan Genetik yang Ditandai dengan Gangguan Aliran Listrik pada Jantung
Penyebab
Keputihan dapat disebabkan oleh proses normal tubuh maupun oleh infeksi.
Keputihan normal dapat disebabkan oleh perubahan hormon, rangsangan seksual, stres dan ibu menyusui.
Keputihan akibat infeksi atau keputihan tidak normal paling sering disebabkan oleh tiga jenis mikroorganisme:
- Jamur kandida (kandidiasis)
- Bakteri (vaginosis bakterial dan klamidiasis)
- Protozoa (trikomoniasis)
Infeksi pada vagina ini dapat disebabkan oleh kurangnya kebersihan pada area vagina, ketidakseimbangan kuman pada vagina (baik akibat obat-obatan maupun hormon), dan hubungan seksual.
Ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi vagina dan menimbulkan keputihan, antara lain:
- Menderita penyakit diabetes.
- Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
- Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan sering berganti pasangan.
- Terdapat iritasi di bagian vagina
- Menipisnya dinding vagina akibat menopause.
Baca: Kandidiasis Vagina, Infeksi Jamur Vagina Ditandai Rasa Gatal, Panas dan Keputihan di Area Vagina
Gejala keputihan
- Gejala keputihan normal
1. Tidak bau menyengat
2. Tidak berwarna (bening) atau warna normal (warna putih biasa)
3. Tekstur cairan keputihan tergantung dengan siklus menstruasi
- Gejala keputihan tidak normal
1. Bau yang menyengat
2. Keputihan keluar lebih banyak dari biasanya
3. Keputihan menggumpal seperti keju
4. Keputihan memiliki warna (contoh: hijau, keabuan)
5. Nyeri hingga gatal pada area vagina
6. Nyeri saat buang air kecil
7. Pendarahan saat menstruasi
Baca: OASE: Mengenal Penyakit Ain dan Cara Mengatasinya
Pengobatan
Cara mengatasi keputihan dilakukan sesuai dengan penyebab keputihan.
- Keputihan akibat jamur kandida
Dokter akan memberikan obat antijamur dalam bentuk gel yang dimasukkan ke vagina, atau antijamur tablet yang diminum.
- Keputihan akibat vaginosis bakterial
Obatnya adalah antiobiotik jenis metronidazol atau klindamisin, baik diberikan melalui vagina atau diminum.
Berfungsi untuk menghilangkan Bakteri.
- Keputihan akibat klamidia
Bisa diobati dengan antibiotik azitromisin satu kali minum atau doksisiklin selama 7 hari. Ini dapat menghilangkan bakteri penyebab keputihan.
- Keputihan akibat trikominiasis
Dokter akan memberikan obat metronidazol.
Pada klamidia dan trikomonas, pasangan seksual harus diobati juga.
Pendarahan setelah berhubungan seksual.
Baca: Vaginal Agenesis, Kelainan Bawaan Wanita Tidak Memiliki Vagina, Leher Rahim, Rahim, atau Ovarium
Pencegahan
- Bersihkan vagina dengan sabun tanpa pewangi dan bahan kimia
- Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang
- Keringkan vagina setelah buang air dengan handuk bersih atau tisu
- Pilih celana dalam yang berbahan katun
- Hindari terlalu sering menggunakan cairan pembersih vagina (TribunnewsWiki.com/Puan)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul Keputihan
# keputihan # vagina # penyakit # menstruasi
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Local Experience
Sikerei Tabib Suku Mentawai yang Memiliki Kekuatan Spiritual dan Melakukan Ritual Turuk Penyembuhan
Jumat, 10 April 2026
Healthy Talk
HEALTHY TALK: Penyakit Asam Lambung, Apakah Benar Hanya Sekadar Rasa Terbakar di Dada?
Selasa, 31 Maret 2026
HEALTHY TALK
HEALTHY TALK: Cowok Wajib Dengar: Kanker Prostat Bisa Datang Diam-Diam
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.