Tribunnews WIKI
Sindrom Brugada, Kelainan Genetik yang Ditandai dengan Gangguan Aliran Listrik pada Jantung
TRIBUN-VIDEO.COM - Sindrom Brugada merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan gangguan aliran listrik pada jantung.
Penyakit ini jarang terjadi.
Namun bila terjadi, kondisinya sangat serius dan dapat menyebabkan kematian mendadak.
Gejala
Seperti disebutkan sebelumnya, kemunculan sindrom Brugada seringkali tidak menunjukkan gejala.
Penyakit ini umumnya baru terdeteksi saat seseorang melakukan tes elektrokardiogram (EKG).
Namun pada beberapa orang, sindrom Brugada dapat menunjukkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan pengidap penyakit jantung lainnya, meliputi:
1. Sesak napas
2. Detak jantung tidak beraturan (palpitasi)
3. Demam tinggi
4. Kejang
5. Pingsan
Penyebab
Sindrom Brugada merupakan gangguan pada jantung yang terkait dengan kelainan genetik.
Dalam keadaan normal, agar jantung dapat berdenyut, aliran listrik yang dicetuskan oleh atrium kanan jantung akan dialirkan ke dalam suatu kanal, hingga menggerakkan otot jantung untuk berdenyut.
Pada sindrom Brugada, terjadi kelainan genetik yang menyebabkan kanal tersebut mengalami kelainan, sehingga aliran listrik jantung dapat mengalir terlalu cepat secara tidak terkontrol.
Seseorang yang memiliki orang tua mengidap sindrom Brugada memiliki risiko tinggi mengalaminya juga.
Pengobatan
Hingga kini tak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya sindrom Brugada.
Namun, karena orang yang mengalami sindrom ini dapat menurunkan penyakit tersebut pada anaknya, maka istri/suami yang mengalami sindrom Brugada, sebaiknya melakukan diskusi genetik dahulu dengan dokter sebelum merencanakan keturunan.
Tujuan pengobatan sindrom Brugada bukanlah untuk menghilangkan penyakitnya, melainkan untuk mencegah komplikasi berbahayanya. Pengobatan diberikan oleh dokter spesialis jantung.
Jika dokter menilai bahwa pengidap sindrom Brugada memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelainan aliran listrik jantung yang mengancam nyawa, maka dokter akan menyarankan pemasangan implantable cardiac defibrillator (ICD).
ICD merupakan sebuah alat yang diletakkan di bawah kulit di dada. Bila ada irama jantung abnormal yang mengancam nyawa, ICD akan mendeteksinya dan memberikan terapi kejut jantung agar kondisi jantung kembali normal.
Selain itu, pengidap sindrom Brugada juga perlu menghindari pencetus aliran listrik abnormal yang dialami.
Secara umum, pengidap sindrom Brugada sebaiknya menghindari kondisi dehidrasi, demam tinggi, dan mengonsumsi terlalu banyak alkohol.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Artikel: Sindrom Brugada
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Musik
Lirik Lagu Jantung Aman Kah? - Fani Rahmansyah: Kau Buat Jantung Nggak Aman
Senin, 13 April 2026
Musik
Lirik Lagu Jantung Aman Kah? - Fani Rahmansyah: Niatnya Akulah yang Mau Bikin Kejutan
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.