Kamis, 16 April 2026

Mancanegara

Maskapai India Terkena Serangan Siber, Data Pribadi 4,5 Juta Penumpang Bocor

Selasa, 25 Mei 2021 17:40 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Maskapai penerbangan India, Air India mengumumkan kebocoran data 4,5 juta penumpangnya akibat serangan siber.

Serangan terjadi pada awal tahun 2021 ini dan menyebabkan kebocoran informasi sensitif seperti detail paspor dan nomor kredit.

Melansir laman Simple Flying, Selasa (25/5/2021), pembobolan data ini adalah bagian dari serangan terhadap perusahaan informasi maskapai, SITA pada bulan Februari 2021 lalu.

Baru pada Sabtu (22/5/2021) lalu, terungkap bahwa data jutaan pelancong Air India telah dilanggar dalam serangan siber tersebut.

Menurut Times of India , maskapai itu memperkirakan ada 4,5 juta penumpang yang informasi rahasianya bocor.

Tak hanya data dan nama penumpang, namun juga mencakup data kelahiran, informasi paspor, dan nomor kartu kredit.

Untungnya, kata sandi tetap terlindungi saat kebocoran data terjadi.

Pelanggaran tersebut memengaruhi "data pribadi beberapa penumpang" yang bepergian dengan maskapai dari Agustus 2011 hingga Februari 2021.

Jangka waktu hampir 10 tahun menjelaskan mengapa jutaan orang telah kehilangan data karena masalah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang memberi tahu publik tentang pelanggaran tersebut, Air India mengatakan:

Baca: Heboh Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia, Warga Solo Laporan Dugaan Tindak Pidana ke Polisi

Baca: Hasil Investigasi Kominfo terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Diduga Kuat dari BPJS Kesehatan

"Ini untuk menginformasikan bahwa SITA PSS, pemroses data sistem layanan penumpang kami (yang bertanggung jawab untuk menyimpan dan memproses informasi pribadi penumpang) baru-baru ini mengalami serangan keamanan siber yang menyebabkan kebocoran data pribadi penumpang tertentu.

Sementara kami telah menerima pemberitahuan pertama dalam hal ini dari pemroses data kami pada tanggal 25 Februari 2021, kami ingin mengklarifikasi bahwa identitas subjek data yang terpengaruh hanya diberikan kepada kami oleh pemroses data kami pada tanggal 25 Maret dan 5 April."

Air India bukanlah satu-satunya maskapai yang terguncang akibat kebocoran data tersebut.

SITA adalah raksasa teknologi informasi dalam industri penerbangan, dengan kehadiran di 90 persen tujuan internasional.'

Dengan lebih dari 400 anggota, portofolio perusahaan mencakup semua anggota Star Alliance dan sejumlah maskapai penerbangan lainnya.

Fakta ini membuat serangan siber pada bulan Februari tersebut sangat mengkhawatirkan bagi penumpang secara global.

Maskapai yang terpengaruh di antaranya American Airlines, British Airways, Cathay Pacific, Japan Airlines, Lufthansa, Air New Zealand, SAS, Singapore Airlines, United Airlines, dan banyak lagi.

Beberapa tahun terakhir, serangan dunia maya terhadap maskapai penerbangan menjadi lebih umum.

Maskapai seperti Cathay Pacific, British Airways, Transavia, IndiGo, dan lainnya telah terkena dampak pelanggaran dalam tiga tahun terakhir (selain kebocoran SITA).

Hal ini telah meningkatkan pengawasan terhadap praktik keamanan maskapai penerbangan dan bahkan mengakibatkan denda yang besar.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Maskapai Ini Terkena Serangan Siber, Data Pribadi 4,5 Juta Penumpang Bocor

# Air India # serangan siber # kebocoran data

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved