Kamis, 16 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Hasil Investigasi Kominfo terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Diduga Kuat dari BPJS Kesehatan

Jumat, 21 Mei 2021 21:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Belakangan ini publik tengah diramaikan dengan kabar kebocoran 279 juta data pribadi masyarakat Indonesia.

Dari hasil investigasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), diduga kuat sampel data yang beredar identik dengan BPJS Kesehatan.

Untuk mencegah penyebaran data yang lebih luas, Kominfo mengajukan pemutusan akses terhadap tautan untuk mengunduh data tersebut.

Pihak Kominfo menyatakan telah melakukan investigasi sejak Kamis (20/5) kemarin.

Dikutip dari Tribunnews.com, Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi membantah soal isu data pribadi yang bocor mencapai 279 juta data.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelusuran, dat asampel yang ditemukan berjumlah 100.002 data.

"Data sampel yang ditemukan tidak berjumlah 1 juta seperti klaim penjual, namun berjumlah 100.002 data," ujarnya, dikutip dari laman kominfo.go.id, Jumat (21/5/2021).

Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan.

Hal tersebut didasarkan pada struktur data yang terdiri dari Noka (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan, dan status pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan.

Baca: 100 Ribu Data Peserta BPJS Bocor Dijual di Forum Online, Ternyata Disebar Gratis Lewat 3 Link Ini

Kominfo lalu melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran data lebih luas dengan mengajukan pemutusan akses terhadap tautan untuk mengunduh data pribadi tersebut.

Dedy mengatakan, terdapat tiga tautan yang terindetifikasi yakni bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com.

Menurut Dedy, dua situs di antaranya telah dilakukan takedown.

"Sampai saat ini tautan di bayfiles.com dan mega.nz telah dilakukan takedown," katanya.

"Sedangkan anonfiles.com masih terus diupayakan untuk pemutusan akses segera," jelas Dedy.

Atas kejadian ini, Kominfo memanggil Direksi BPJS Kesehatan sebagai pengelola data pribadi yang diduga bocor pada Jumat (21/5).

Baca: DPR Desak Penyelidikan Bocornya 279 Juta Data Penduduk Indonesia

Pemanggilan ini sebagai langkah investigasi mendalam soal dugaan kebocoran data.

Sebelumnya, isu terkait dugaan bocornya ratusan juta data pribadi ini mencuat setelah sebuah akun media sosial Twitter mencuitkannya pada Rabu (19/5).

"Hayoloh kenapa ga rame ini data 279 juta penduduk indonesia bocor dan dijual dan bahkan data orang yg udah meninggal, kira - kira dari instansi mana?" tulis akun itu.

Dalam gambar yang diunggah, anggota forum dengan nama akun Kotz diduga menjual data penduduk Indonesia.

Akun tersebut menyebut telah menjual data yang berisi NIK, nomor telepon, nama, dan alamat.

Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia itu disebutkan 20 juta di antaranya memuat foto pribadi.

Akun Twitter @ndagels lalu me-retweet akun @Br_AM yang menyebut data pribadi yang dijual online itu bersumber dari BPJS Kesehatan.

Akun itu menyebut jika dataset yang diduga data pribadi penduduk Indonesia itu dijual dengan harga 0,15 bitcoin.

(TribunVideo.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul HASIL Investigasi Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi, Diduga Kuat dari BPJS Kesehatan

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved