Yandex

Terkini Megapolitan

Banjir Pasokan saat Idulfitri, Pengrajin Ketupat Lebaran Musiman di Bekasi Khawatir Merugi

Rabu, 12 Mei 2021 22:14 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pasokan kulit ketupat di Pasar Baru Bekasi cukup melimpah Lebaran Idulfitri 1442 Hijriyah kali ini, pengrajin musiman khawatir merugi.

Dijumpai di salah lapak dagangan Pasar Baru Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Zahlan (39) tampak sibuk membuat ketupat dari daun kelapa.

Tangannya begitu cekatan melipat daun hingga berbentuk ketupat, tidak perlu memakan waktu lama untuk membuat satu ketupat.

Baca: Tak Melulu Ketupat, 8 Kuliner Spesial Ini Juga Cocok Disajikan saat Lebaran Lho!

Zahlan merupakan pengrajin musiman, dia hanya berjualan di Pasar Baru Bekasi tiap jelang lebaran saja.

Sehari-hari, dia bekerja serabutan melakukan apa saja mulai dari kuli, bertani di kawasan Kabupaten Bekasi atau sekedar bantu-bantu di pasar.

"Musiman kalau saya, enggak tiap hari di jualan di pasar, karena kebetulan bisa (bikin ketupat) akhirnya jualan tiap tahun," katanya, Rabu (12/5/2021).

Tahun ini, pasokan ketupat cukup banyak dijumpai di Kota Bekasi. Alhasil, harga ketupat musim lebaran 2021 anjlok dibanding tahun lalu.

"Sekarang Rp10.000 seikat (isi 10), jadi kita hargainnya satunya Rp1000, tapi tahun ini pagi banjir (pasokan banyak), banyak yang jualan (ketupat)," tuturnya.

Berbeda dengan tahun lalu, pasokan ketupat di Bekasi, Pasar Baru Bekasi khususnya cukup sedikit sehingga harganya meroket.

"Tahun lalu barang sedikit, orang ke pasar pada nyari ketupat, kita jual Rp50.000 pada berebut, sekarang jual Rp10.000 pada nawar lagi," tuturnya.

Ketupat lanjut dia, biasanya hanya bertahan sekitar lima hari. Jika tidak kunjung laku, warnanya akan menguning dan tidak laik jual.

Baca: 3 Cara Mencegah Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Hangatkan Seperlunya

"Kalau udah kuning enggak ada yang beli, mau enggak mau dibuang," tuturnya.

Untuk mesiasati agar tidak banyak ketupat terbuang, dia berani menjual murah tiap ikat menjadi Rp6.000 asal menutupi modal usahanya.

"Kadang ada yang nawar segitu (Rp6.000) kita kasi, dari pada kebuang, kalau besok (pas hari H Lebaran) kan udah enggak ada yang nyari," terang dia. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# ketupat # Lebaran # Idulfitri # Bekasi

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Editor: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #ketupat   #Lebaran   #Idulfitri   #Bekasi
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved