TRIBUNNEWS UPDATE
Sambung Hidup dengan Jual Es Keliling dan Pelihara Kambing, Guru di Lamongan Kini Dapat Donasi
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang guru honorer di Lamongan bernama Suhari sudah 16 tahun bekerja dan gaji tertingginya sebanyak Rp200 ribu per bulan.
Meski gajinya hanya Rp200 ribu per bulan, ia tetap semangat mengajar.
Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Suhari berjualan es keliling desa setiap hari, selepas mengajar.
"Untuk tambahan, saya harus untuk jualan es keliling desa. Alhamdulillah ada saja rizki," kata Suhari.
Suhari sehari-hari bekerja di SD Negeri Godok, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur.
Bila es yang ia jual tah habis meski sudah keliling desa, Suhari tak malu menjualnya ke tetangganya.
Baca: Kisah Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu, Rela Mengajar di Atas Perahu saat Sedang Hamil
Diakuinya uang yang ia terima sebagai seorang guru tak cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya.
Biasanya sepulang mengahjar ia melepas seragam dan langsung berangkat membawa es krim keliling mengendarai sepeda motor.
Dikutip dari TribunJatim.com, Senin (3/5/2021), ia mengatakan tak mudah berjualan keliling.
Di bulan Ramadan seperti sekarang, ia berhenti berjualan lantaran banyak yang puasa.
Tak hanya itu, ia mengatakan dagangannya sering tak habis terlebih bila musim penghujan.
"Namanya juga jualan, kadang habis kadang tidak, apalagi saat ini musim penghujan," ungkapnya.
Musim penghujan bahkan terkadang modal yang dikeluarkan untuk masak es tidak sebanding dengan pendapatan karena es masih tersisa.
Meski begitu, Suhari tetap menjalankan hidupnya dengan ikhlas dan tetap mengajar anak-anak meski gajinya minim.
Menurutnya menjadi seorang guru adalah amalan yang tak pernah terputus.
"Jadi guru itu ada amalan jariyah," katanya.
Selain berjualan es keliling, Suhari juga mencari sambilan dengan memelihara kambing milik orang lain.
Ia mendapatkan upah dengan cara bagi hasil.
Bila kambing yang ia rawat beranak dua ekor, maka satu ekor untuknya dan satu lagi untuk pemilik kambing tersebut.
Karena harus merawat kambing, biasanya selepas berjualan es keliling, Suhari langsung mencari rumput.
Baca: 16 Tahun Jadi Guru dengan Gaji Minim, Pria Asal Lamongan Sambung Hidup dengan Jualan Es Keliling
Rumput-rumput itu digunakan untuk memberi makan kambing.
"Tiap hari cari rumput, kan kambingnya juga setiap hari makannya, "katanya.
Setelah maghrib, Suhari masih mencari nafkah dengan membuka les privat untuk murid-muridnya.
Kondisi Suhari diketahui orangtua murid, sehingga beberapa orang memberinya bantuan beras.
Kondisi Suhari juga mengundang empati dari anggota Satlantas Polres Lamongan, Aipda Purnomo.
Purnomo, pada Minggu (2/5/2021) bertandang ke rumahnya dan memberi bantuan Rp5 juta untuk membeli dua ekor kambing.
"Jadi biar tidak hanye memelihara milik orang, tapi Pak Suhari juga memelihara milik sendiri, "kata Purnomo.
(Tribun-Video.com/TribunJatim.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kisah Pilu Guru Honorer di Lamongan, 16 Tahun Bertahan Hidup dengan Gaji Rp 200 Ribu, 'Amal Jariah'
Sumber: Tribun Jatim.com
Sinopsis dan Jadwal Film
Tayang Besok - Menguak Misteri dari Balik Kandang: Sinopsis dan Plot Film The Sheep Detectives
3 hari lalu
Terkini Nasional
Achmad Syahri, Anggota Dewan Termuda Jember, Tertangkap Bermain Gim Saat RDP Kesehatan
4 hari lalu
Sinopsis dan Jadwal Film
Sinopsis Sekawan Limo 2: Terjebak di Kerajaan Demit Jayadipa dan Misteri Tumbal Gunung Klawih
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.