Selasa, 19 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Kisah Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu, Rela Mengajar di Atas Perahu saat Sedang Hamil

Senin, 3 Mei 2021 09:35 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Saat ini pembelajaran daring masih dilakukan di Indonesia akibat dari adanya pandemi Covid-19.

Namun, di beberapa daerah ada pelajar yang masih kesulitan untuk melakukan pembelajaran daring karena keterbatasan sarana.

Karena itu, seorang guru hononer di Sukabumi pun memilih mendatangi siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar daring secara langsung agar mereka bisa tetap belajar meskipun banyak risiko yang harus ia hadapi.

Siti Saroyah S.Pd, seorang guru di SMP 4 Cibitung, Dusun Ciloma, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, memilih belajar luring (luar jaringan) dengan mendatangi siswa.

Hal ini ia lakukan karena anak didiknya banyak yang tidak mempunyai HP dan susah mendapat sinyal di tempat tinggalnya.

"Gara-gara corona, pembelajaran tidak efektif apalagi kan ditutup, jadi hanya dua sampai 3 hari dalam seminggu, terus untuk semester dua sekarang juga sama, jadi kita harus ngasih soal ke tiap siswa," ujarnya via telepon, Minggu (2/5/2021).

Dilansir TribunJabar.id, Siti Saroyah pun harus menerima beberapa risiko untuk melakukan pembelajaran tatap muka bersama muridnya.

"Untuk kesulitan akses ke Ciloma emang kesulitannya di transportasi, ketika jalan darat emang ada jalan darat tapi harus melewati hutan, jalan air kalau posisinya air naik gak bisa berangkat juga.

Belajar di Atas Perahu Dihantui Buaya

Karena kerap mengalami kesulitan sinyal, ia bersama muridnya terpaksa belajar di atas perahu di muara Cikaso demi bisa mendapatkan sinyal.

"Jadi kesusahannya sinyal, kalau khawatir (sergapan buaya, red) pasti ada karena tidak ada cara lain harus gimana, jadi kita kalau misalkan kemarin di sekolah gak bisa, jadi inisiatifnya itu di atas perahu."

Selain karena masalah sinyal, belajar di atas perahu di Muara Cikaso dipilih karena tempat itu berada di tengah-tengah tempat tinggal para muridnya.

Baca: Modus Pengangkatan PNS, Pasutri yang Tipu Belasan Guru Honorer di Garut Diringkus Polisi

"Siswa pun ada dari Tegalbuleud, ada di Cibitung. Jarak ke sekolah kalau lewat air 45 menit, kemudian jalan kaki deket. Tapi anak anaknya yang lebih extrime, halus melewati turun gunung naek gunung," ucapnya.

Saat belajar di atas perahu di muara Cikaso itu, Siti dan muridnya dibayang-bayangi dengan sergapan buaya muara yang menurutnya kerap muncul ke permukaan air.

"Kemarin kan kita pas belajar di atas perahu itu di Cikaso, kalau di Cikaso terlalu deket dengan jalan kemarin itu kan, takutnya tidak di perbolehkan juga. Jadi kemarin kita di atas perahu terus di pinggir sungai di bawah pohon," terangnya.

Ngajar Saat Hamil

Saat ini, guru berumur 27 tahun ini pun harus berjuang ekstra, karena mengajar dalam kondisi hamil.

Terlebih ia harus mengantarkan soal ujian secara langsung ke setiap siswanya, lantaran soal tidak bisa dikirim melalui internet atau aplikasi perpesanan, lagi-lagi karena masalah sinyal.

"Paling kendala sekarang untuk pembagian soal ujian sekolah ke anak harus ngasih langsung ke anaknya, gak bisa melalui media internet atau pake HP kita kesulitannya di sinyal. Apalagi saya sendiri sekarang lagi hamil jadi tantangan juga luar biasa harus turun, naik perahu," ujarnya.

Berharap Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan

Siti Saroyah menceritakan, ia sudah mengajar sekira tiga tahun di SMP itu dan menerima gaji setiap tiga bulan sekali.

Dalam sebulan ia dibayar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu tergantung jam per bulan.

"Ngajar sudah 3 tahun menjadi honorer gaji kadang 300 kadang 400 tergantung jam per bulan. Biasanya gajihan tigabulan sekali," jelasnya.

Siti pun berharap, ke depan pemerintah bisa lebih memperhatikan kesejahteraan guru di pelosok yang berjuang cukup berat saat mengajar.

"Harapannya mudah-mudahan kesejahteraan guru terpencil bisa diperhatikan, apalagi honorer yang hanya mengandalkan hasil dari honor pembagian jam saja kalau dihitung dengan ongkos sudah habis dipake bensin gaji. Dan juga mudah-mudahan sinyal dan transportasi di Ciloma bisa bagus," harapnya. (Tribun-video.com/TribunJabar.id)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Gaji Cuma Rp 300 Ribu, Guru Honorer Ini Terpaksa Mengajar di Perahu, Dibayangi Sergapan Buaya

# TRIBUNNEWS UPDATE # pembelajaran daring # guru honorer # pandemi Covid-19 # Sukabumi

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved