Kamis, 16 April 2026

Terkini Daerah

Anak Driver Ojol Tewas karena Makan Sate Beracun, Polisi Duga Pelaku Lebih dari Satu Orang

Sabtu, 1 Mei 2021 21:29 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepolisian menduga pelaku di balik sate beracun yang menewaskan NFP, bocah 8 tahun, anak dari Bandiman, pengemudi ojek online (Ojol) di Bantul, Yogyakarta lebih dari satu orang.

Hingga saat ini, kepolisian masih memburu pelaku yang membuat kiriman paket sate misterius tersebut.

Sekira lima orang saksi telah diperiksa.

Bahkan, ciri-ciri terduga pelaku sudah didapatkan.

Hal itu berdasar keterangan saksi-saksi, penerima paket, hingga rekaman kamera pengintai (CCTV) yang dikumpulkan.

Namun, Kepolisian masih membutuhkan waktu, untuk melakukan pendalaman.

Sebab, ada dugaan pelaku lebih dari satu orang.

"Kami sudah kantongi ciri-ciri pelaku. Tapi mungkin, (pelakunya) bisa lebih dari satu orang," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, Sabtu (1/5/2021).

Baca: Misteri Sosok Perempuan Pemberi Sate Beracun dan Tewaskan Bocah di Bantul, Diduga Salah Sasaran

Hingga kini, pihaknya gerak cepat dengan memeriksa banyak saksi.

Termasuk Pak Tomi, orang yang menjadi tujuan paket misterius itu, sudah dimintai keterangan lisan.

Kemudian, hasil pemeriksaan dari laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Dinas Kesehatan DIY juga sudah keluar.

Menurut Wachyu, sate misterius yang dimakan, NFP, positif mengandung racun potasium sianida.

"Hasil laboratorium, iya, positif sianida. Racunnya potasium sianida," kata Wachyu.

Menurutnya, racun jenis ini mematikan.

Terlebih, jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Ia menyebut, beberapa contoh yang menyerupai ada dalam kandungan potas. Racun ini biasa digunakan untuk racun ikan.

Meski kandungannya mematikan, kata dia, potasium sianida bisa didapat dengan mudah. Bahkan, dijual bebas juga secara online.

"Racun sianida ini juga dijual online, banyak. Dijual secara bebas," kata dia.

Baca: Begini Penjelasan Ahli soal Racun dalam Paket Sate Maut yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol di Bantul

Sebelumnya, bocah berusia 8 tahun berinisial NFP asal Kelurahan Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, meninggal dunia, Minggu (25/4/2021) lalu.

Bocah malang yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) Muhamadiyah IV Karangkajen, Sewon, Bantul itu diduga meninggal karena keracunan, setelah menyantap sate pemberian orang tak dikenal yang didapat dari ayahnya, Bandiman, sebagai pengemudi ojek online.

Kejadian berawal pada Minggu (25/4/2021) saat Bandiman menerima pesanan dari seorang wanita namun tidak melalui aplikasi.

Wanita itu mendatangi Bandiman untuk menitipkan makanan kepada seseorang.

Wanita itu mengirim makanan untuk Tomi yang berada di Kapanewon Kasihan. Sampai di lokasi, Tomi ternyata tidak mau menerima makanan karena tidak memesan makanan dan tak kenal dengan sang pengirim.

Bandiman pun diminta membawa pulang makanan tersebut. Dia kemudian menyajikan makanan itu sebagai santapan buka puasa untuk keluarganya.

# Update Kasus Sate Maut di Bantul # keracunan sate # bocah SD tewas usai makan sate # sate # racun # Bantul

Baca berita lainnya terkait Update Kasus Sate Maut di Bantul

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Anak Driver Ojol Tewas Usai Santap Bumbu Sate Kiriman, Polisi: Positif Mengandung Racun

Video Production: Fitriana SekarAyu
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved