Tribunnews Update
Begini Penjelasan Ahli soal Racun dalam Paket Sate Maut yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol di Bantul
TRIBUN-VIDEO.COM - Misteri penyebab tewasnya anak pengemudi ojek online (ojol) di Bantul , DIY perlahan mulai terungkap.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, paket sate tersebut dipastikan mengandung racun jenis c.
Menurut ahli forensik, racun itu memiliki dosis letal yang cukup tinggi atau dapat menyebabkan kematian.
Baca: Teka-teki Paket Sate Misterius Berujung Maut di Bantul, Anak Ojol Tewas hingga Ciri-ciri Pengirim
Dikutip dari TribunJogja.com, Kamis (30/4), Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY merilis hasil pemeriksaan paket takjil sate yang diterima oleh pengemudi ojol bernama Bandiman.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa paket sate yang diberikan oleh seorang perempuan muda itu mengandung racun jenis C.
Ahli forensik Universitas Gajah Mada (UGM) dr Lipur Riyantiningtyas mengatakan, racun tersebut memiliki dosis letal yang cukup tinggi.
Sehingga begitu masuk ke dalam tubuh maka akan menimbulkan reaksi dan menyebabkan kematian bagi orang yang mengonsumsi.
“Racun biasanya memiliki lethal dose atau dosis letal. Artinya, racun yang menyebabkan suatu kematian itu berarti memiliki dosis yang sudah di ambang batas atas tubuh konsumen,” katanya kepada Tribun Jogja.
Dosis letal merupakan ukuran yang biasa dipakai untuk menggambarkan derajat toksisitas suatu bahan.
Kendati demikian, Lipur belum dapat memastikan terkait racun jenis C yang disebutkan oleh pihak berwajib.
“Jenis C itu apa? Golongannya C atau inisialnya C?,” tanyanya.
Baca: Terungkap! Paket Sate yang Tewaskan Anak Driver Ojol di Bantul Positif Mengandung Racun Jenis C
Ia hanya bisa memastikan bahwa racun yang dikonsumsi korban NFP memang menyebabkan mual dan muntah.
Sebelumnya, pihak kepolisian merilis hasil yang dikeluarkan oleh laboratorium soal kandungan racun paket sate maut itu pada Kamis (29/4).
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan, racun jenis C tersebut terkandung dalam bumbu kacang sate.
Kendati demikian, Ngadi enggan merinci secara spesifik soal racun tersebut.
Hanya saja dirinya menyebut bahwa racun tersebut sangat mudah didapatkan.
"Racun mudah didapatkan, bentuknya bisa cair bisa padat. Di apotas ada, di racun tikus juga ada,"sambungnya.
Dengan hasil laboratorium ini, polisi kemudian akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bantul soal tindakan otopsi.
Baca: Bumbu Sate Maut yang Tewaskan Anak Pengemudi Ojol di Bantul Positif Mengandung Racun
Sejauh ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa, termasuk penerima makanan yang sebenarnya, Tomi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini sempat menjadi perbincangan di masyarakat.
Pengemudi ojol bernama Bandiman mengaku diminta mengantarkan makanan oleh seorang wanita muda ke seorang pria di kawasan Bantul.
Namun ternyata pria bernama Tomi tersebut mengaku tak megenal pengirim makanan.
Atas hal ini, Bandiman kemudian membawa makanan tersbeut pulang ke rumah untuk dimakan bersama keluarganya.
Nahas, sang anak, NFP bersama sang istri langsung merasakan reaksi tak terduga.
Baca: Crepes Sate Kambing, Kuliner Unik ala Sisca Kohl yang Viral di TikTok
Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah muntah dan tak sadarkan diri.
Nyawa NFP tak dapat tertolong, sedangkan istri Bandiman disebut sudah berangsur pulih setelah menjalani perawatan.
Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini. (TribunVideo.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Penjelasan Ahli Forensik UGM soal Racun dalam Paket Sate Misterius : Dosis Letalnya Cukup Tinggi
# Bantul # pengemudi ojek online # sate # Forensik # Universitas Gajah Mada # keracunan
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Sumber: Tribun Jogja
Tribunnews Update
Netanyahu Mengklaim Sempat Sakit Kanker Prostat, Pilih Tunda Hasil Diagnosis karena Perang Iran
6 jam lalu
Tribunnews Update
Dokter Kamelia Bantah Isu Renggang dengan Adik Ammar Zoni, Tegaskan Hubungan Baik usai Sidang Vonis
6 jam lalu
Tribunnews Update
Momen Haru Maia Estianty Teteskan Air Mata di Siraman El Rumi, Pesan untuk Anak dan Calon Menantu
6 jam lalu
Tribunnews Update
AS di Bawah Trump Dikabarkan Alami Tekanan Keuangan dan Krisis Amunisi saat Berknflik 38 dengan Iran
6 jam lalu
Tribunnews Update
Plenkovic Sebut Ukraina Tak Realistis Masuk NATO, Ancaman Trump ke Spanyol Tak Perlu Dianggap Serius
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.