Travel
Sensasi Menikmati Pemandangan Alam dari Atas Bukit Merese Mandalika
TRIBUN-VIDEO.COM - Kawasan wisata Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya memiliki pantai.
Kawasan ini juga memiliki banyak bukit-bukit eksostis yang biasa dikunjungi para wisatawan untuk menikmati keindahan pantai dari ketinggian.
Salah bukit yang menjadi favorit para wisatawan adalah Bukit Merese.
Sensasi menikmati pemandangan alam dari ketinggian menarik banyak wisatawan datang ke tempat ini.
Bagi Tribuners yang pernah jalan-jalan ke kawasan Mandalika, Lombok. Bukit Merese berada di sebelah barat Pantai Tanjug Aan.
Jika berangkat dari Kota Mataram butuh waktu 2 jam dan sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Lombok.
Akses jalan ke tempat ini cukup bagus.
Tapi karena saat ini kawasan Mandalika sedang ditata.
Jalur yang cepat untuk sampai ke tempat ini melalui jalan menuju Pantai Tanjung Aan. Sebab jalur lama telah dibangun menjadi sirkuit MotoGP.
Meski tidak terlalu tinggi seperti bukit-bukit di kawasan Gunung Rinjani, namun untuk naik ke bukit ini, pengunjung harus mengeluarkan sedikit tenaga.
Baca: Pengerjaan Sirkuit Tercepat di Dunia, JKK di The Mandalika Akan Segera Selesai
Baca: 4 Warga Gugat Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, PN Praya Turun Cek Tanah Sengketa
Cukup dengan jalan kaki pelan-pelan untuk sampai ke puncak. Bagi yang tidak kuat, bisa menggunakan jasa tukang ojek di pintu masuk.
Tapi rasa lelah akan terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit.
Bila kehausan setelah naik ke bukit, pengunjung bisa membeli kelapa muda segar di pintu masuk.
Harganya cukup terjangkau yakni hanya Rp 10 ribu.
Untuk masuk ke tempat ini, pengunjung juga akan dikenakan tarif Rp 10 ribu oleh warga yang berjaga di lokasi tersebut.
Bukti Merese menjadi bukit tertinggi di kawasan Mandalika. Sehingga dari bukit ini pengunjung bisa melihat sebagian besar pantai di kawasan ini.
Dari bukit ini pula tampak kecantikan pantai Tanjung Aan dengan air berwarna hijau tosca dan biru.
Juga tampak bekas lokasi Batu Payung, hingga deretan pantai di sebelah barat.
Dari atas bukit ini pengunjung bisa menikmati suasana sunrise dan sunset.
Tidak hanya pantai, peternak yang melintas menggembalakan kerbau di bukit ini menjadi daya tarik tersendiri.
Sebagian travelling menjuluki bukit sebagai bukit cinta. Sebab Bukit Merese memiliki panorama indah. Setiap wisatawan yang datang akan langsung jatuh cinta.
Bulan Januari hingga April pengunjung akan disuguhi bukit gundul dengan rumput hijau yang terbentang luas. Begitu pun saat musim kering nuansa eksotis tetap kuat.
Bukit Merese bukan perbukitan biasa.
Para Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menyebutkan batuan yang ada di bukit terbentuk oleh proses vulkanisme bawah laut sekitar 30 sampai 20 juta tahun lalu.
Ahli geologi menyebutnya sebagai Kala Oligosen-Miosen, dimana pada saat itu pulau Lombok belum terbentuk atau belum muncul di permukaan, sehingga proses yang terjadi adalah proses gunung api bawah laut.
Proses gunung api bawah laut tersebut menghasilkan endapan vulkanik yang unik disebut endapan Pepperit.
Ini hanya ada beberapa lokasi di dunia dan salah satunya di bukit yang landai ini.
Para ahli juga menyebut, proses eksogen berupa pelapukan dan erosi yang terjadi setelah pulau Lombok terangkat 10 juta tahun lalu.
Hal itu mengakibatkan bentuk bukit di pantai selatan relatif tumpul.
Proses abrasi air laut yang masih aktif memahat batuan-batuan pada bukit pinggir pantai menjadi unik, seperti batu payung.(*)
# Bukit Merese # Mandalika # Lombok Tengah # Nusa Tenggara Barat
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Tribun Lombok
LIVE UPDATE
Gubernur Iqbal Soroti Selisih Harga Tiket & Praktik Calo Terminal Mandalika saat Tinjau Fasilitas
Senin, 16 Maret 2026
SUPERSKOR
BUKAN CUMA BALAPAN Joan Mir Semangat Main Gamelan, Marini Belajar Sesajen
Selasa, 3 Maret 2026
Terkini Regional
Kendalikan Harga Cabai di Lombok: Bapanas Beri Subsidi Distribusi dan Patok Harga Maksimal Rp73 Ribu
Selasa, 3 Maret 2026
LIVE UPDATE
LIVE UPDATE SIANG: Temuan 2 Jasad Wanita di Eks Asrama Polri, Guru di Jayapura Tuntut TPG dan THR
Kamis, 26 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.