Sabtu, 11 April 2026

OSO Sikapi Permintaan Wiranto agar Dirinya Mundur dari Kursi Ketua Umum Hanura

Sabtu, 21 Desember 2019 11:02 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) merespons soal permintaan Wiranto agar dirinya mundur dari pucuk pimpinan partai.

OSO mengaku dirinya sama sekali tidak meminta kepada 34 pengurus DPD dan 514 DPC untuk memilihnya menjadi ketua umum Hanura.

Namun, ia mengaku diminta untuk menjadi ketua umum Hanura periode 2019-2024.

"Itu bukan urusan dia, itu urusan Munas, dan Munas meminta saya kembali (jadi ketum). Kalau saya tidak dipercaya Munas, Munas ini dihadiri seluruh Indonesia dan 514 DPC dan saya juga tidak mengusulkan bahwa saya ingin jadi ketua," kata OSO di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Selian itu, OSO juga menjawab soal pakta integritas yang disinggung Wiranto.

Dalam perjanjian itu, Wiranto menyebut OSO berjanji hanya menjabat Ketua Umum sampai 2019.

Eks ketua DPD RI ini mengatakan, tidak pernah meminta untuk dipilih kembali.

Namun, keputusan Munas menyatakan OSO terpilih kembali sebagai Ketua Umum Hanura secara aklamasi.

"Itu kalau saya tidak dipilih lagi, mungkin saja saya sampai 2020 sudah selesai. Tapi saya kan dipilih dan diminta, bukan saya yang meminta, tapi saya diminta, didaulat kembali untuk memimpin partai ini. Masa saya tinggalin?" ujar OSO.

Lebih lanjut, OSO mengatakan pakta integritas adalah ketentuan yang tidak bertentangan dengan AD/ART partai.

"Di luar itu, itu komitmen pribadi yang tidak menyangkut di dalam mekanisme organisasi partai. Karena partai itu punya AD/ART. Dan kekuasaan teritnggi itu adalah di munas ini," jelasnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Videografer: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved