Rabu, 8 April 2026

Menperin Agus Gumiwang Paparkan Permasalahan yang Hambat Pertumbuhan Industri

Senin, 9 Desember 2019 17:15 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri rapat kerja perdana dengan Komisi VI DPR, Senin (9/12/2019).

Dalam rapat tersebut, Agus memaparkan sejumlah permasalahan yang menghambat pertumbuhan industri nasional.

"Selama dua bulan saya menjadi menteri saya mengidentifikasikan ada beberapa masalah utama yang dihadapi industri nasional," kata Agus usai rapat dengan Komisi VI DPR.

Pertama, kata Agus, terkait dengan kelangkaan atau mahalnya bahan baku.

Agus mencontohkan harga gas untuk industri yang relatif masih tinggi.

"Gas untuk industri relatif masih tinggi harganya dibandingkan gas untuk industri yang dikenakan di negara-negara lain di kawasan. Ini tentu akan mengganggu atau mengurangi daya saing industri sendiri," ujarnya.

Kedua, berkaitan dengan pengembangan kawasan industri.

Agus mengatakan saat ini pengembangan kawasan industri cenderung Jawasentris.

Ia akan mendorong pengembangan agar terciptanya kawasan-kawasan industri di luar pulau Jawa.

"Bukan hanya Jawa. Kita akan berupaya agar kawasan-kawasan industri ini nanti ada zonasinya, ada spesialisasinya yang tentu sebisa-bisanya akan kami dekatkan dengan listriknya, airnya, agar industri bisa berjalan dengan lebih efisien," katanya.

Ketiga, terkait dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam perkembangan teknologi 4.0.

Keempat, Kementerian Perindustrian akan merubah paradigma masyarakat terkait limbah.

"Kemenperin ingin mensosialisasikan bahwa limbah bisa kita gunakan sebagai bahan baku dari industri sendiri. Jadi limbah-limbah bisa kita recycle ekonomi atau circular ekonomi itu perlu gerakan sosialisasi ke masyarakat bahwa limbah merupakan bahan baku dari industri sendiri," katanya.

Kelima, terkait Industri Kecil Menengah (IKM), Agus mengarakan perlu adanya revitalisasi teknologi agar lebih efisien dan bisa menghasilkan produksi lebih banyak.

Keenam, lanjutnya, berkaitan dengan market atau pasar yang dituju.

"Bisa kami sampaikan bagaimana kita memperluas pasar ekspor kita tapi di sisi lain kita perlu untuk melakukan upaya save guarding bagi masuknya barang-barang dari luar neger yanf akan mengganggu industri dalam negeri. Kita bisa pakai instrumen tarif, instrumen pajak dan lainnya," ujarnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Chaerul Umam
Videografer: Chaerul Umam
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved