Jumat, 10 April 2026

Terkini Nasional

Mahfud MD: Kita Sepakat, Radikalisme Tidak Tertuju pada Agama Tertentu!

Sabtu, 2 November 2019 09:22 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Penekanan sejumlah hal dilakukan pada rapat terbatas bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Kamis (31/10/2019), di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas ini dengan didampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Presiden Jokowi membahas penuntasan kasus Hak Asasi Manusia (HAM), peningkatan kinerja aparat penegak hukum, dan soal radikalisme.

Khusus radikalisme, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan, persoalan itu tidak bisa dikaitkan pada kelompok agama tertentu.

Menurutnya, lebih kepada siapa yang ingin mengganti dasar ideologi negara, termasuk dalam tindakan radikal.

"Kita tadi bersepakat, jika kita bicara radikalisme, itu bukan tertuju pada kelompok penganut agama tertentu," ujar Mahfud MD, melihat dari tayangan YouTube Kompas TV (01/11/2019).

Ia menekankan, radikalisme adalah radikalisme. Suatu paham yang ingin mengganti dasar ideologi negara dengan cara melarang aturan-aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru yang menyebabkan anak berpikiran bahwa negara seperti ini dan berkonstitusi seperti ini adalah salah.

"Itu siapapun, orang islam atau bukan orang islam, jika melakukan seperti itu adalah radikal," tambah Mahfud MD.

Persoalan radikalisme memang menjadi perhatian pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Presiden Jokowi menekankan hal itu sejak memanggil para menterinya dalam rapat terbatas tersebut.

Pemerintah menegaskan, siapapun yang bertindak radikal akan ditindak.

Dikutip dari laman Kompas.com (31/10/2019), Mahfud MD mengatakan bahwa faktanya memang ada kelompok-kelompok kecil yang radikal.

Mahfud pun meminta agar masyarakat tidak mendramatisasi bahwa gerakan deradikalisasi yang dicanangkan pemerintah seakan-akan dianggap memerangi kelompok tertentu.

"Ada orang lalu secara mensimplikasi persoalan, 'Itu kok Islam semua yang ditindak?' Enggak juga, kalau baca data buka siapa yang ditindak karena melawan ideologi kan banyak ya. Bukan hanya orang Islam," ujar Mahfud.

Saat membuka rapat terbatas tersebut, Presiden Jokowi memerintahkan Mahfud MD dan jajaran menteri di bidang Polhukam untuk menangani paham-paham radikalisme.

Jokowi juga sempat mengusulkan agar orang yang dianggap radikal disebut sebagai manipulator agama. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menko Polhukam Mahfud MD: Kita Sepakat, Radikalisme Bukan Tertuju pada Kelompok Agama Tertentu

ARTIKEL POPULER:

Baca: Komisi VIII Sepakat untuk Tidak Beri Ruang Radikalisme di Indonesia

Baca: Ditunjuk Jadi Menko Polhukam, Mahfud MD Bakal Fokus Buka Kasus HAM Lama, Korupsi, dan Deradikalisasi

Baca: Nasib Anak Terduga Teroris yang Tusuk Wiranto, Kini Direhabilitasi Antisipasi Paham Radikal

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #radikalisme   #Mahfud MD

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved