Tribunnews WIKI

Anggaran Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Begini Klarifikasi Disdik DKI Jakarta di Media Sosial

Kamis, 31 Oktober 2019 10:08 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Media sosial tengah diramaikan dengan unggahan yang memperlihatkan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang dinilai aneh.

Pasalnya, anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta tersebut mencantumkan tentang pembelian lem Aibon yang mencapai angka Rp82,8 miliar.

Kejanggalan anggaran tersebut dibagikan oleh Anggota DPRD DKI William Aditya Sarana melalui akun Twitter pribadinya, @willsarana pada Selasa (29/10/2019).

Di akun Twitter-nya tersebut, William Aditya Sarana mengunggah foto yang menampilkan anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mensuplai dua kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya.

"Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon Rp82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan.

Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya.

Buat apa?

Kalau banyak yang RT besok pagi saya akan buka-bukaan soal anggaran DKI" tulis William Aditya Sarana pada keterangan fotonya.

Kicauan William Aditya Sarana itu pun menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat para warganet lainnya.

Mengetahui hal ini menjadi perbincangan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun memberikan klarifikasinya.

Mengutip dari Kompas.com pada Rabu (30/10/2019), pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun akan melakukan pengecekan ulang pengajuan anggaran dalam dokumen rancangan KUA-PPAS 2020.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susi Nurhati mengomentari temuan William Aditya Sarana.

"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi Nurhati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam.

Menurut Susi, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidiklan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu, barang yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja.

Ia juga menegaskan tidak ada pengajuan anggaran untuk membeli lem Aibon.

"Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," ujarnya.

Kemudian, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat juga memberikan klarifikasinya.

Ia menyatakan bahwa tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020.

"Terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82,8 miliar tersebut," ujar Syaefuloh di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Menurutnya, anggaran Rp82,8 miliar itu adalah anggaran sementara yang dimasukkan ke dalam sistem e-budgeting DKI Jakarta.

Anggaran tersebut adalah anggarat alat tulis kantor seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.

Anggaran itu kemudian disisir ulang oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Baca: Harapan Salim Said pada Menteri Pendidikan Jokowi, Nadiem Makarim agar Tularkan 50% Budaya Baca

Baca: Seusai French Open 2019, 10 Besar Peringkat Dunia BWF Didominasi Pebulutangkis Indonesia

Lalu, anggaran direvisi menjadi Rp22,7 miliar untuk alat tulis kantor di seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.

"Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp22 miliar," kata Syaefuloh.

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Natalia Bulan R P)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Viral di Media Sosial soal Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Begini Klarifikasi Disdik DKI Jakarta

ARTIKEL POPULER:

Baca: Soal Anggaran Rp82,8 M untuk Lem Aibon, Plt Kadisdik DKI Jakarta Sebut Anggaran Sementara

Baca: Terkait Anggaran Lem Aibon Sebesar Rp82,8 M, Plt Kadisdik DKI Jakarta Sebut Sudah Lakukan Revisi

Baca: Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Musnahkan Barang Bukti dari 1.321 Perkara Tindak Pidana

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved