Rabu, 13 Mei 2026

Regional

Nekat Jarah! Pria Minta Maaf ke Pihak Minimarket Sibolga, Ngaku Terpaksa pasca-Longsor dan Banjir

Senin, 1 Desember 2025 16:46 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket.

Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, Gudang Bulog Sarudik menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.

Usai melakukan penjarahan, seorang warga yang terdampak banjir dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara, menyampaikan permintaan maaf atas tindakan penjarahan di minimarket.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, pria itu mengaku mengambil beberapa barang seperti mie instan, air mineral dan snack.
 
Ia terpaksa menjarah karena keluarganya hampir tidak makan.

Baca: Putus Asa 5 Hari Terisolasi! Warga Sibolga Nekat Jarah Gudang BULOG hingga Buat TNI-Polri Pasrah

"Kepada pemilik Alfamart sebelumnya saya minta maaf, karena saya juga orang salah satu yang menjarah toko Alfamart tersebut. Saya sebenarnya tidak ada niat untuk berbuat itu, cuman karena keterbatasan makanan yang kami miliki, kami juga terjebak banjir, kami juga tidak ada uang untuk membeli, tidak ada bantuan sama sekali, akhirnya saya ikut mengambil juga," katanya seperti dikutip dari Instagram @folkkonoha yang tayang pada Minggu (30/11/2025).

Pria itu menjelaskan bahwa barang yang diambil hanya untuk bertahan hidup keluarganya.

Ia berjanji ketika kondisi tempat tinggalnya telah pulih, akan membayar barang-barang jarahannya

Jarah Minimarket hingga Gudang Bulog

Pasca-bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, situasi darurat memicu aksi penjarahan terhadap sejumlah fasilitas penyimpanan bahan pangan dan minimarket.

Setelah minimarket seperti Alfamart dan Indomaret dijarah, Gudang Bulog Sarudik menjadi sasaran warga yang diduga merupakan korban terdampak bencana.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar dan mengambil beras serta minyak goreng.

Aparat keamanan berupaya menghalau, namun desakan kebutuhan pangan membuat situasi sulit dikendalikan.

Bulog masih mendata kerugian akibat beras dan minyak goreng yang diambil.

Koordinasi terus dilakukan agar distribusi bantuan segera pulih dan situasi kembali kondusif.

Pihak Bulog telah meminta tambahan pengamanan dari Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah, namun fokus utama aparat saat itu adalah evakuasi korban dan penanganan darurat.

Gangguan jaringan telekomunikasi juga menghambat koordinasi lapangan.

Selain mengevakuasi korban dan penanganan darurat, Polres Sibolga bersama TNI malah menambah tugas untuk memperketat pengamanan di pusat perbelanjaan dan melakukan deteksi serta pemantauan situasi untuk mencegah aksi lanjutan.

Untuk sementara ini, 16 orang pelaku penjarahan telah diamankan dengan barang bukti berbagai kebutuhan rumah tangga.

Baca: Mendagri Ungkap Penyebab Penjarahan di Sibolga, Warga Terisolasi Lapar dan Akses Terputus

Kondisi Pusat Perbelanjaan di Kota Sibolga

Beberapa pusat perbelanjaan masih aman dan terkendali, antara lain Swalayan Aido, Nauli Swalayan, Indomaret Simpang Albertus, Indomaret Sibolga, dan Alfamart Jalan Sutoyo Siswomiharjo.

Namun, sejumlah minimarket seperti Indomaret di Jalan Singamaraja, Suprapto, dan Sibolga-Barus serta Alfamidi dan Alfamart di beberapa lokasi menjadi sasaran penjarahan.

Pihak Indomaret dan Alfamart telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Baca: 16 Pelaku Penjarahan Minimarket di Sibolga Diciduk, TNI-Polri Siaga Penuh Cegah Penjarahan Massal!

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya membuka akses jalan, mempercepat distribusi bantuan, dan memulihkan stabilitas keamanan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa aksi pengambilan bahan makanan bukan penjarahan merusak, melainkan akibat kebutuhan mendesak warga terdampak.

Pihak BNPB terus memaksimalkan penanganan bencana dan memberikan penjelasan kepada publik terkait situasi ini.

Polres Sibolga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menjaga ketertiban demi keamanan bersama.

Aparat gabungan TNI-Polri terus mengawasi situasi agar kondisi segera kembali kondusif dan bantuan dapat tersalurkan dengan baik.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Warga Sibolga Korban Banjir Minta Maaf Usai Jarah Minimarket: Kami Tidak Ada Uang Membeli

# banjir # Sibolga # longsor # penjarahan

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #penjarahan   #longsor   #banjir   #Sibolga

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved