Minggu, 12 April 2026

Nasional

Putus Asa 5 Hari Terisolasi! Warga Sibolga Nekat Jarah Gudang BULOG hingga Buat TNI-Polri Pasrah

Senin, 1 Desember 2025 16:38 WIB
Tribun Medan

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Gudang BULOG Sarudik di Sibolga dilaporkan menjadi sasaran penjarahan warga pada Sabtu (29/11/2025).
Petugas keamanan yang berjaga tidak mampu menahan massa karena jumlah warga yang datang jauh lebih banyak.

Kondisi warga di Sibolga dan Tapanuli Tengah memang semakin kritis setelah lima hari terisolasi tanpa listrik, jaringan komunikasi, dan pasokan logistik akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Pemerintah sebenarnya telah mulai menyalurkan bantuan sejak Jumat (28/11) melalui pesawat Hercules, namun distribusi belum mencapai masyarakat yang membutuhkan.
Keterlambatan bantuan ini membuat warga yang sudah berhari-hari bertahan tanpa suplai pangan terpaksa melakukan penjarahan demi kebutuhan makan.

Situasi ini menegaskan betapa mendesaknya penanganan logistik di daerah terdampak bencana.

Baca: Soroti Banjir akibat Kerusakan Alam, Cak Imin Surati Raja Juli & Bahlil Minta agar Taubat Nasuha

Penjarahan kembali terjadi di Kota Sibolga–Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga hari ini masih lumpuh total akibat bencana banjir dan longsor.

Setelah lima hari terisolasi tanpa listrik, tanpa jaringan komunikasi, dan tanpa aliran logistik, warga yang kelaparan menyerbu Gudang BULOG Sarudik Sibolga, Sabtu (29/11/2025).

Aksi ini merupakan rangkaian dari penjarahan di berbagai ritel modern di Sibolga dan Tapteng.

Kota yang luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor sejak 24–25 November menyebabkan ribuan warga kehilangan rumah, akses jalan terputus, dan pasokan pangan tidak dapat masuk selama berhari-hari.

Diketahui, bantuan pemerintah baru bisa dikirim sejak Jumat (28/11/2025), bantuan logistik dari Medan telah diberangkatkan menuju Tapteng–Sibolga menggunakan pesawat Hercules.

Namun hingga malam ketika penjarahan terjadi di berbagai titik, bantuan tersebut belum sampai ke tangan masyarakat.

Keterlambatan ini memperburuk kondisi warga yang sudah lima hari bertahan tanpa suplai pangan.

Saat pasokan tidak masuk, harga pangan di pasar-pasar kecil yang tersisa melonjak tak terkendali. Laporan warga menyebut harga cabai tembus Rp300 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal. Bahan pangan lain pun sulit ditemukan.

Kondisi ini memicu gelombang kepanikan dan membuat masyarakat semakin nekat menyerbu gudang, toko, hingga fasilitas penyimpanan logistik.

Baca: Pemprov DKI Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatera

Dalam rilis resminya, Perum BULOG Kanwil Sumatera Utara menyebut kondisi sosial di Sibolga memburuk setelah infrastruktur vital rusak parah. 

Jalan-jalan penghubung tertimbun longsor, jembatan putus, dan seluruh wilayah gelap gulita akibat listrik padam.

Jaringan komunikasi masih mati total, membuat warga tidak mengetahui perkembangan evakuasi ataupun jadwal kedatangan bantuan. 

Situasi darurat inilah yang membuat warga berbondong-bondong mencari makanan dengan cara apa pun.

Penjarahan di Gudang BULOG Sarudik terjadi secara tiba-tiba. Ratusan warga berkumpul di depan kompleks gudang dan mendesak masuk dengan merobohkan pagar gerbang. 

Gembok gudang dirusak, sebelum massa mengambil beras dan minyak goreng dari dalam.

Aparat Polsek, Koramil, dan personel keamanan BULOG telah berada di lokasi, namun tidak mampu menahan massa yang panik dan kelaparan. 

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul BANTUAN Tak Kunjung Datang, Warga yang Kelaparan Menjarah Gudang BULOG Sibolga

# Putus Asa # Terisolasi # Warga Sibolga # Jarah # Gudang # BULOG # TNI-Polri # Gudang Bulog # Sarudik Sibolga # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Megan FebryWibowo
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #putus asa   #terisolasi   #Warga Sibolga   #Jarah   #Gudang Bulog

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved