Terkini Daerah
Pemkot Solo Dapat Bantuan Tabung Oksigen dari Singapura, Teguh: Disebar ke RS di Solo & Sekitarnya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemkot Solo baru saja mendapatkan bantuan 200 tabung gas oksigen dari sebuah perusahaan start up yang berbasis di Singapura.
Nantinya, tabung gas oksigen akan diperuntukkan kepada 16 rumah sakit yang berada di Kota Solo.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menuturkan bahwa tabung gas tersebut setelah ditempatkan sementara di Dinkes Solo akan langsung disebar ke seluruh rumah sakit.
Baca: Ironis, RI Butuh Banyak Tabung Oksigen, Bantuan dari Negara Tetangga Malah Tertahan di Bea Cukai
"Nanti rinciannya 40 di RSUD Kota Surakarta, dan 40 tabung di RSUD Bung Karno ," katanya pada Senin (19/7/2021).
"Kemudian Rumah Sakit Dr. Moewardi akan mendapatkan 20 tabung gas," ujarnya.
Adapun 100 tabung lainnya akan disebar ke 13 rumah sakit lainnya yang juga ikut menangani Covid-19.
Teguh menegaskan bahwa pembagian tersebut melihat angka kebutuhan pasien saat ini.
"Pembagiannya tidak merata, namun sesuai dengan kebutuhan masing-masing," terangnya.
Baca: Atas Nama Kemanusiaan, Kejari Depok Salurkan 500 Tabung Oksigen Medis ke Dinkes Depok
Adapun nantinya bila dari 13 rumah sakit masih mengalami kekurangan bisa saling menghubungi ke rumah sakit lainnya.
"Nanti yang kosong bisa minta ke yang masih memiliki stok tabung oksigen," ungkapnya. (*)
Baca juga berita terkait di sini
# Pemkot Solo # tabung gas oksigen # Singapura # Teguh Prakosa # RSUD Bung Karno
Sumber: TribunSolo.com
Tribunnews Update
Tim SAR Gabungan Temukan 2 WNA Singapura yang Hilang 'Ditelan' Erupsi Gunung Dukono Halmahera Utara
4 hari lalu
Tribunnews Update
2 Warga Singapura Suspek Hantavirus dari Klaster Kapal Pesiar MV Hondius, Menkes Budi Hubungi WHO
6 hari lalu
LIVE UPDATE
Penerbangan Perdana Scoot, Angkut 80 Penumpang dari Singapura ke Belitung, Disambut Siraman Air
Senin, 4 Mei 2026
Local Experience
Rekomendasi Aktivitas Seru saat Transit di Bandara Changi Singapura 24 jam
Minggu, 3 Mei 2026
Tribunnews Update
Menlu Singapura Peringatkan Selat Malaka Lebih Bahaya daripada Selat Hormuz jika AS-China Perang
Selasa, 28 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.