Kamis, 7 Mei 2026

Terkini Nasional

Ironis, RI Butuh Banyak Tabung Oksigen, Bantuan dari Negara Tetangga Malah Tertahan di Bea Cukai

Senin, 19 Juli 2021 09:54 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, SOLO - Indonesia masih membutuhkan banyak tabung oksigen untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 yang saturasi oksigen dalam tubuhnya terus menurun.

Itu sebabnya, pasokan oksigen di lapangan masih tetap langka dan sulit didapat.

Bantuan dari sejumlah negara pun berdatangan.

Satu di antaranya dari Singapura sebanyak 200 tabung untuk diserahkan ke Pemerintah Kota Surakarta.

Tabung oksigen bantuan tersebut dibawa dengan pesawat dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, Sabtu (17/7/2021).

Namun ironisnya, barang ini masih tertahan di Bea Cukai bandara.

Tabung oksigen dari Singapura itu diperbantukan untuk Pemerintah Kota Solo.

Barang-barang itu sudah tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo pada Sabtu (17/7/2021).

Baca: Muncul Dugaan Penggelapan Impor Emas hingga Capai Rp47,1 Triliun, Begini Penjelasan Bea Cukai

"Itu sayang sebenarnya. Sekarang baru butuh tapi tapi aturan seperti itu. Bantuan (oksigen) itu dari Singapura untuk Solo alamat kepada Dinas Kesehatan Kota," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Ahyani saat menggelar konferensi pers virtual, Minggu (18/7/2021).

Dia mengatakan, ada 200 tabung oksigen hibah dari Singapura. Barang tersebut belum bisa disentuh. Biang penyebabnya adalah persoalan birokrasi.

Sebab, sesuai ketentuan regulasi, bantuan dari negara tetangga itu harus diterima oleh pemerintah pusat dahulu baru diserahkan ke pemerintah daerah yang dituju.

"Itu masih tertahan di Pabean. Karena itu kan aturannya harus mengikuti ketentuan dari pusat. Kalau dari luar negeri itu harus melalui dari pusat dulu dan yang menerima pemerintah pusat dulu baru diserahkan ke pemerintah kota," jelasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ironis, RI Butuh Banyak Tabung Oksigen, Bantuan dari Negara Tetangga Malah Tertahan di Bea Cukai

# tabung oksigen # Bea Cukai

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved