Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Muncul Dugaan Penggelapan Impor Emas hingga Capai Rp47,1 Triliun, Begini Penjelasan Bea Cukai

Selasa, 15 Juni 2021 14:00 WIB
Kompas.com
Editor: Sigit Ariyanto | Reporter: Mufti Rosyidatul Fauziah | Video Production: Erwin Joko Prasetyo

TRIBUN-VIDEO.COM - Politisi PDI-P menyebut, ada dugaan penggelapan uang bermodus impor emas di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Jakarta.

Diduga penggelapan impor emas mencapai nilai Rp 47,1 Triliun.

Tindakan penggelapan impor emas tersebut berpotensi menyebabkan negara rugi sebesar Rp 2,9 triliun.

Dilansir Kompas.com, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat memberi keterangan.

Ia menyebut, sistem pengklasifikasian bea masuk emas sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Pihaknya juga membantah adanya penggelapan impor tersebut.

“Pengklasifikasian yang dilakukan oleh Bea Cukai sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Importir melakukan pengajuan Pemberitahuan Impor Barang dengan klasifikasi pada HS 7108.12.10,” kata Syarif.

Pihaknya sudah meneliti berdasarkan ketentuan dan kaidah serta referensi yang diatur dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia

Baca: Penyelundupan Benur Senilai Rp18,4 Miliar Berhasil Digagalkan Bea Cukai, 1 Pelaku Kabur

Baca: Detik-detik Petugas Bea Cukai Selamatkan Nyawa Bayi yang Tidak Responsif di Pesawat, Banjir Pujian

Syarif menjelaskan, adanya tanda atau cap dalam permukaan atas emas tersebut tidak akan mengubah karakteristik emas menjadi bentuk emas setengah jadi

Saat ini disebut sedang ada review kembali terkait penetapan tarif bea masuk emas batangan tersebut.

Namun, Politisi PDIP, Arteria menyebut, ada dugaan penggelapan uang bermodus impor emas di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Jakarta.

Menurut dia, jumlahnya cukup besar, yakni mnecapai Rp 47,1 Triliun

Arteria mengatakan, tindakan penggelapan impor emas tersebut berpotensi menyebabkan negara rugi sebesar Rp 2,9 triliun.

Dalam penjelasannya, ia menyebut ada pihak yang melakukan pemalsuan data informasi emas impor yang masuk ke Bandara Soekarno Hatta, sehingga emas itu tidak dikenakan biaya impor bea cukai.

"Ada indikasi perbuatan manipulasi, pemalsuan menginformasikan yang tidak benar, sehingga produk tidak dikenai bea impor. Produk tidak dikenai pajak penghasilan impor," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penjelasan Bea Cukai soal Dugaan Penggelapan Impor Emas Rp 47,1 Triliun

# TRIBUNNEWS UPDATE # penggelapan # Impor Emas # Arteria Dahlan # Bea Cukai

Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved