Jumat, 12 Juni 2026

Terkini Metropolitan

Bantu Sesama yang Positif Covid-19, Warga Cilandak Rela Rumah Megahnya Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Kamis, 8 Juli 2021 17:51 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUN-VIDEO.COM, CILANDAK - Tingginya angka kasus Covid-19 di lingkungan RW 011 Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, membuat pengurus RT dan RW tergerak untuk mencari tempat isolasi mandiri khusus warganya yang orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 .

Sebab, permukiman yang saling berdempetan di sana dapat mengakibatkan penularan antar warga kian banyak.

Berkat kerelaan hati seorang warga, mereka yang menderita Covid-19 dapat menempati sebuah rumah megah untuk proses penyembuhan.

Baca: Kasus Covid-19 Melonjak, Ambulans di Bojonggede Malah Hilang Dicuri, Kunci dan STNK Turut Dibawa

Ketua RW 011, Punjul Boediono awalnya tak pernah menyangka di wilayahnya mengalami kenaikan kasus Covid-19. Di awal bulan Juni, penambahan kasus Covid-19 di sejumlah RT di RW 011 hanya sedikit dan terkendali.

Namun, kasus meroket setelah berada di penghujung bulan Juni.

Hal itu diawali saat Ketua RT 001 melaporkan kepada Punjul bahwa ada sekitar 4 rumah dengan total 10 jiwa yang terjangkit Covid-19.

Punjul berserta pengurus lingkungan lainnya menjadi resah. Sebab, wilayah RT 001 merupakan lingkungan yang padat penduduk sehingga dikhawatirkan penyebaran kian meluas.

"Kita selama ini kan hanya melihat-lihat di televisi ya ada kasus kayak begini. Enggak pernah terbayang sekarang ini ada di wilayah kami," ceritanya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Rabu (7/7/2021).

Ia sempat bingung bagaimana memisahkan warga yang positif Covid-19 dari rumah mereka yang saling berdempetan itu.

Baca: Satgas Covid-19 Sekat Jalan Permukiman yang Jadi Jalur Tikus Pekerja

Punjul akhirnya bermusyawarah dengan pengurus RT untuk mencari solusi dari masalah itu. Akhirnya, tercetuslah usul untuk menghubungi pemilik rumah kosong nan megah di lingkungannya.

Rumah yang dijual itu merupakan milik warga bernama Hartoyo dengan luas tanah 3.000 meter persegi dan luas bangunan 1.500 meter persegi. Punjul mencoba menghubungi Budi, anak Hartoyo yang mengurus rumah tersebut.

"Saya coba beranikan diri bicarakan dengan pemilik rumah. Kita juga punya hubungan yang baik. Saya sampaikan keinginan saya. Begitu yang punya rumah mengizinkan, saya lega," ceritanya.

Memindahkan Warga ke Rumah Megah

Setelah tugas pertama selesai, ia dan pengurus RT mengabarkan pihak Kelurahan serta Puskesmas. Mereka pun menyambut baik usaha pengurus RT dan RW itu.

Punjul kemudian meminta warga yang merasa kontak erat dengan 10 jiwa RT 001 untuk tes antigen.

Dari 30 orang yang di tes antigen, sebanyak 12 orang positif Covid-19.

Baca: LIVE UPDATE: 32 Warga Terpapar Covid-19, Perum Griya Senggarang Permai Terapkan Lockdown Ketat

"Ada sebagian dari RT 007 yang positif. Itu artinya sudah 22 orang yang positif. Supaya tidak menularkan ke yang lain kita masukkan ke sini," jelasnya.

Awalnya, lanjut Punjul, tak mudah memindahkan warga yang positif ke rumah kosong. Sebab, banyak dari mereka yang merasa tak nyaman.

Namun, akhirnya mereka dapat dibujuk untuk menempati rumah tersebut.

Kebutuhan mereka yang diisolasi mandiri di rumah itu diurus oleh pengurus RT dan RW.

Di rumah itu sudah disediakan kompor untuk memasak. Punjul juga sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memantau kesehatan dari warganya itu.

"Di awal kami membelikan nasi bungkus untuk mereka," ujarnya.

Punjul dan Pengurus RT awalnya tak berpikir berapa biaya yang dihabiskan. Yang terpenting bagi mereka, warganya selamat.

Di dalam rumah megah itu, tersedia 8 kamar. Masing-masing kamar diisi oleh warga yang perempuan. Sementara laki-laki berada di ruang tengah yang besar. Pihak Kelurahan Cilandak Barat dan Kecamatan Cilandak turut menyumbangkan kasur lipat untuk mereka.

Baca: Antrean Mobil Jenazah Pasien Covid-19 Terlihat di TPU Padurenan Bekasi, Ini Penjelasan Disperkimtan

Tiap kasur diatur jaraknya agar tak berdekatan.

Mereka juga diminta untuk melakukan senam dan berjemur untuk

"Kalau kegiatan pagi seperti itu. Biasanya kalau malam-malam mereka menghibur diri dengan membuat tiktok," katanya seraya tertawa.

Bahu Membahu antar Warga

Masalah ini justru membuat kekompakan dan keguyuban antar warga semakin kuat. Tak hanya dari unsur tiga pilar (Pemerintah, TNI dan Polri) saja, warga sekitar juga turut berinisiatif untuk membantu dan menjaga warga yang positif Covid-19.

Punjul mencontohkan banyak anak-anak muda dari Karang Taruna turut andil berjaga di pos depan rumah megah itu.

Tak sedikit dari warga sekitar yang memberikan makanan untuk warga di dalam rumah itu.

"Ada yang ngasih nasi uduk. Ada juga yang ngasih buah dan bubur kacang hijau kepada warga. Mereka menitipkannya di pos, kemudian kita bagikan ke mereka," ungkapnya.

Baca: Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Tambah 34.379 pada 7 Juli 2021, Ini 5 Provinsi Penyumbang Terbanyak

Ia berharap agar kasus positif Covid-19 di wilayahnya bisa cepat selesai. Selain itu, Punjul berharap kekompakan warganya dalam mengatasi masalah di lingkungannya terus dipertahankan.

"Saya sangat mengapresiasi warga untuk kekompakannya. Saya juga berharap ini juga terjadi di tempat lain agar kasus bisa menurun," pungkasnya. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# Cilandak # rumah mewah # Covid-19 # isolasi mandiri # orang tanpa gejala (OTG)

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved