Kamis, 4 Juni 2026

Mancanegara

Kuwait Berjibaku Cegat Drone dan Rudal Iran, Beri Peringatan Keras: Ini Sangat Berbahaya!

Selasa, 2 Juni 2026 13:39 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Nasib malang menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) di wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Wanita berninisal RR (26) asal Garut, Jawa Barat itu tewas dianiaya oleh tiga rekan kerjanya yang diketahui berinisial J, F, dan D asal Medan, Sumatera Utara.

Korban dianiaya pada 27 Mei dengan cara dimandikan air panas serta dipukul dan dinyatakan meninggal dunia pada 30 Mei 2026.

"Si J ini otak pelakunya, dia yang mengawali lah," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta mengerikan lainnya.

Kompol Edison mengatakan, aksi penganiayaan itu bukan pertama kali terjadi, namun korban cukup sering dianiaya oleh pelaku.

Baca: Rudal Jelajah Iran Hantam Kapal Kargo AS MSC Sariska di Dekat Irak, 2 Ledakan Terpisah Terjadi

"Apabila ada kesalahan korban ini selalu dimandikan air panas. Si J ini sudah tiga kali yang melakukan itu, pemandian ini, si F ini sudah dua kali, kalau yang D ini baru satu kali," katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang asisten rumah tangga (ART) tewas di tangan rekan kerjanya di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Korban yang diketahui berinisial RR (26) asal Garut, Jawa Barat itu meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2026) diduga akibat dianiaya oleh tiga rekannya.

Peristiwa itu bermula saat sang majikan yang hendak pergi ke luar kota menanyakan charger jam tangan kepada para ART pada 26 Mei 2026.

Akan tetapi, korban mengaku tidak mengetahui dan membuat pelaku kesal hingga melakukan perundungan terhadap korban pada keesokan harinya tepatnya 27 Mei 2026.

"Kata si tiga temannya tuh coba ada di mana kabelnya, kata si korban di sana, nggak ada, di sini, nggak ada. Karena kesal, si korban ini disuruh buka baju kemudian, buka celana, jadi hanya pakai dalaman saja," ujar Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, Senin (1/6/2026).

Baca: ISRAEL BIKIN PERUNDINGAN GENCATAN SENJATA MACET, Iran Murka Tel Aviv Lanjut Serang Lebanon

Dalam perundungan tersebut, korban mendapat perlakuan tak mengenakan hingga mendapat penganiayaan fisik oleh ketiga pelaku  secara bergantian.

Di dalam kamar mandi, korban disiram oleh air panas dengan temperatur tinggi hingga kulitnya melepuh.

Tak hanya itu, korban juga dipukul menggunakan tabung kaleng obat nyamuk dan sapu oleh pelaku saat berteriak kesakitan.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku membawa korban ke kamar ART dalam kondisi yang sudah tak berdaya hingga akhirnya meninggal dunia.

"Di tanggal 28 dia mulai lemah, tanggal 29 dia lemah sekali, 30 lah itu dia meninggal di jam 19.30, barulah mereka ngasih tau ke bosnya bahwa ini sudah meninggal," katanya.

Kompol Edison mengatakan, pada saat kejadian sang majikan tidak mengetahui kejadian tersebut karena sedang tidak berada di rumah.

Sementara itu, ketiga pelaku saat ini telah diamankan di Mapolsek Cileungsi guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Majikannya tidak tahu sama sekali, ada di luar kota. Bosnya telepon ke RT/RW dan security untuk dibawakan ambulans, kemudian (korban) dibawa ke rumah sakit," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Bukan Pertama Kali, ART yang Tewas di Cileungsi Bogor Sering Dianiaya Pelaku Semasa Hidup

# Kuwait # Drone # Rudal Iran # Peringatan Keras # Berbahaya # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Muhammad Arief Prasetyo
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #Kuwait   #drone   #Rudal Iran   #peringatan keras   #berbahaya

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved