Tribunnews WIKI
Kota Ternate, Daerah Otonomi Bagian dari Provinsi Maluku Utara
TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Ternate merupakan daerah otonomi bagian dari Provinsi Maluku Utara, terdiri atas delapan pulau, yaitu Pulau Ternate, Pulau Moti, Pulau Hiri, Pulau Tifure, Pulau Mayau, Pulau Gurida, Pulau Makka dan Pulau Mano.
Pulau Ternate adalah pulau utama, sementara kelima pulau yang berpenduduk adalah Pulau Moti, Pulau Hiri, Pulau Tifure dan Pulau Mayau.
Sementara pulau tak berpenghuni adalah Pulau Gurida, Pulau Makka dan Pulau Mano.
Kota Ternate memiliki luas wilayah sebesar 5.795, 4 kilometer persegi dengan populasi sebanyak 218.028 jiwa (per 2017).
Kondisi topografi lahan Kepulauan Ternate adalah berbukit-bukit dengan sebuah gunung berapi aktif yaitu Gunung Gamalama yang terletak di tengah Pulau Ternate.
Permukiman masyarakat secara intensif berkembang di sepanjang garis pantai kepulauan.
Umumnya masyarakat Ternate memiliki mata pencaharian dengan mengolah lahan perkebunan dengan produksi rempah-rempah sebagai produk unggulan dan perikanan laut yang diperoleh di sekitar perairan pantai.
Kota Ternate terbagi atas tujuh kecamatan, yaitu:
- Ternate Utara
- Ternate Tengah
- Ternate Selatan
- Pulau Ternate
- Pulau Moti
- Pulau Hiri
- Pulau Batang Dua
Sejarah
Tahun 1250 merupakan masa tertua ditemukannya sejarah Ternate, yang berawal dari empat Momole (Momole Ngaruha) di Pulau Ternate.
Momole adalah sebutan untuk pemimpin suku atau kepala marga.
Keempat Momole membentuk Kerajaan Ternate, pemukiman tertua yang dipimpin Momole Guna yang berlokasi di Tabona atau di puncak bukit.
Sedangkan Momole Matiti berkedudukan di Foramadiahi atau di sekitar gunung dan Momole Cico yang berkedudukan di Sampalo atau dataran pantai, dan di tempat ini kemudian dijadikan Kota Besar (Gammalamo).
Momole Cico kemudian diangkat menjadi raja dari Kerajaan Ternate yang didirikan oleh semua Momole di Pulau Gapi, nama lain dari Pulau Ternate.
Pusat Kerajaan ditetapkan di Sampala dan peristiwa ini disebut sebagai Tara No Ate yang artinya Turun dan Merangkul.
Tara No Ate nantinya kemudian menjadi nama Ternate.
Sementara, Ibu Kota Kerajaan di Sampala kemudian disebut Gam Lamo yang artinya kampung atau perkampungan besar.
Gam Lamo kemudian menjadi nama gunung Gamalama yang terletak di tengah Pulau Ternate.
Lambang
Lambang Kota Ternate bertuliskan “Maku Gawene” mengandung makna saling menyayangi, cinta dan kasih sayang sesama manusia dengan seluruh makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa .
Dasar Lambang Kota Ternate berbentuk perisai bersudut tiga, mencerminkan karakteristik, fungsi dan peran Kota Ternate sebagai kota budaya, kota wisata dan perdagangan, kota pulau dan pantai.
Bintang di Puncak Kota Ternate menggambarkan regilius, ketakwaan dan keimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
Lingkaran di tengah dasar Lambang kota Ternate merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan persahabatan sesama manusia di muka bumi.
Gerak Ikan Pari yang dinamis dengan badannya melebar terbuka mengungkapkan daerah Kota Ternate yang terus berkembang.
Di lambang Kota Ternate terdapat bunga cengkih di sisi kanan, dua pala di sisi kiri, serta ikan pari di tengah yang dirangkai oleh daun cengkih dan daun pala.
Penggunaan Warna
- Biru merupakan lambang kecemerlangan, keteguhan dan kesabaran,
- Kuning merupakan lambang kemakmuran dan kesejahteraan,
- Coklat merupakan lambang sikap tegas dan penuh rasa tabggung jawab,
- Hijau merupakan lambang kesuburan, kedamaian dan religius,
- Putih merupakan lambang kebersihan, ungkapan kesucian, keikhlasan dan kerelaan,
- Hitam merupakan lambang kewaspadaan, kekuatan, kepastian disiplin dan ketegasan.
Terdapat beberapa tempat di Ternate yang sarat akan nilai historis dan budaya, yaitu sebagai berikut:
Benteng Kalamata pertama kali dibangun oleh Portugis (Fransisco Serao) pada tahun 1540 untuk menghadapi serangan Spanyol dari Rum, Tidore.
Kemudian, benteng ini dipugar oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Both, pada tahun 1609.
Benteng Kalamata diduduki oleh Spanyol pada tahun 1625 setelah dikosongkan Geen Huigen Schapen (Portugis).
Setelah ditinggal Spanyol, benteng ini diduduki oleh Belanda.
Kemudian benteng ini diperbaiki oleh Mayor Lutzow pada tahun 1799.
Benteng Kalamata dipugar oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1994 dan diresmikan purna pugarnya pada tahun 1997.
Pada tahun 2005, Pemerintah Kota Ternate merenovasi benteng ini dengan menambahkan halaman dan rumah untuk penjaga benteng.
Bangunan ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dengan SK Penetapan Nomor 013/M/1999 tanggal 12 Januari 1999.
Kedaton Sultan Ternate ini dibangun pada tanggal 24 November 1813 oleh salah satu Sultan Ternate yang bernama Sultan Muhammad Ali.
Menurut sejarah, arsitektur yang membangun kedaton ini adalah seorang berkebangsaan Cina.
Hal inilah yang menjadi sebab adanya beberapa detail oriental di beberapa titik istana seperti tangga dan beberapa sudut bangunan lainnya.
Bangunan Kedaton Ternate ini masih digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kesultanan hingga saat ini.
Beberapa 'abdi dalem' yang sudah mengurus kedaton ini secara turun-temurun juga masih tinggal serta merawat tempat tersebut.
Namun, sebagai bagian dari sejarah dan budaya Ternate, kedaton ini juga berfungsi sebagai sebuah museum publik yang menyimpan berbagai benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan sejarah masyarakat Ternate.
Bangunan ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dengan SK Penetapan Nomor PM.20/PW/007/MKP/2007 tanggal 26 Maret 2007.
Masjid Sultan Ternate adalah sebuah masjid yang terletak di kawasan Jalan Sultan Khairun, Kelurahan Soa Sio, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Masjid ini menjadi bukti keberadaan Kesultanan Islam pertama di kawasan timur Nusantara.
Kesultanan Ternate mulai menganut Islam sejak raja ke-18, yaitu Kolano Marhum yang bertahta sekitar 1465-1486 M.
(TribunnewsWiki/Indah)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Kota Ternate
ARTIKEL POPULER:
Baca: Kota Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah
Baca: Kota Samarinda, Kota dengan Sepuluh Kecamatan di Provinsi Kalimantan Timur
Baca: Kota Balikpapan, Kota di Kalimantan Timur yang Merupakan Pusat Perekonomian Terbesar di Pulau Kalima
TONTON JUGA:
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
LIVE UPDATE
Lantik 23 Pejabat, Wali Kota Ternate Tegaskan Sistem Merit dan Tanggung Jawab Jabatan
Rabu, 29 April 2026
LIVE UPDATE
Seluruh Kepala Daerah di Maluku Utara Dipanggil ke Kejati Malut, Bahas KUHP dan KUHAP
Selasa, 6 Januari 2026
Local Experience
Menelusuri Keindahan Pantai Sulamadaha yang Menjadi Wisata Paling Populer di Kota Ternate
Senin, 1 Desember 2025
Live Update
Polemik di DPRD Selesai, Yulin Mus Tetap Jabat Ketua Komisi II Maluku Utara
Rabu, 10 September 2025
Tribunnews Update
LIVE: Heboh Temuan Potongan Kaki Manusia di Tempat Sampah Kota Ternate Maluku Utara
Kamis, 28 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.