Tribunnews Update
Tangis Istri Ungkap Doa Anaknya di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Istri Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, menangis saat menyampaikan kesaksiannya dalam sidang perkara penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih Jakarta di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Senin (11/5/2026).
Oditur militer awalnya menanyakan apakah kedua anak almarhum Ilham Pradipta sudah tahu bahwa ayahnya telah meninggal dunia.
Mendengar pertanyaan oditur, sambil menangis, Puspita mengatakan anaknya tidak mengetahui secara langsung.
Namun, hal itu terungkap dari doa anak keduanya pernah ia dengar setelah salat subuh.
Baca: AS Ancam Bom Bunker Iran Pakai Mata-Mata Luar Angkasa, Teheran Tegaskan Uranium Milik Negara Sakral
"Ada di satu momen adik ini selesai salat subuh dia berdoa 'Ya Allah ampuni ayah, ya Allah jaga ayah di sana, ya Allah boleh enggak sebentar aja ayah ke sini', ada kami," ungkap Puspita sambil menangis.
Cerita Puspita pun sempat terpotong seolah untuk mengumpulkan kekuatan melanjutkan kalimatnya.
"Itu buat saya sakit Bu karena almarhum suami saya ini sangat dekat dengan anak-anaknya. Jadi mungkin tidak secara langsung mereka mengungkapkan apa yang mereka rasa. Tapi dengan apa yang mereka lakukan, buat saya paham mereka kecewa," ucap Puspita yang tak kuasa menahan kesedihan.
Mendengar hal itu, oditur militer pun tampak menahan tangis.
Baca: Iran Eksekusi Mati Mata-mata Israel-AS, Terbukti Bocorkan Info Rahasia soal Satelit ke Mossad-CIA
Dalam sidang itu, Puspita juga didampingi seorang psikolog LPSK di arena sidang.
Selain itu, sidang juga menghadirkan mertua Ilham Pradipta yang juga merupakan ayah dari Puspita yakni Iwan.
Mendengar kesaksian itu, tiga terdakwa yakni anggota TNI yakni Serka M Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru duduk tertunduk.
Pengunjung ruang sidang termasuk perangkat ruang sidang juga tampak larut dalam suasana kesedihan itu.
Ruang sidang menjadi sunyi, sebagian pengunjung tampak menangis.
Baca: Trump Tolak Proposal Damai Iran, Ketegangan di Kawasan Teluk dan Selat Hormuz Kembali Memanas
Sekadar informasi kasus ini berawal dari dugaan penculikan terhadap Mohamad Ilham Pradipta pada 20 Agustus 2025 di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Korban diduga dipaksa masuk ke dalam kendaraan oleh sejumlah pelaku saat berada di area parkir lokasi pertemuan.
Keesokan harinya, 21 Agustus 2025, korban ditemukan meninggal dunia di persawahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam kondisi terikat dan mengalami tanda kekerasan.
Hasil visum menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul pada dada dan leher korban.
Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen karena tekanan pada leher dan dada.
Dalam kasus ini terdapat 18 tersangka. 15 berasal dari sipil dan 3 berasal dari TNI.
15 terdakwa sipil masing-masing atas nama Candy alias Ken (41), Dwi Hartono (40), AAM alias A (38), JP (40), Erasmus Wawo (27), REH (23), JRS (35), AT (29), EWB (43), MU (44), DSD (44), Wiranto (38), Eka Wahyu (20), Rohmat Sukur (40), dan AS (25).
Mereka pun diadili di pengadilan sipil.
Sementara 3 terdakwa yang berasal dari TNI diadili di Pengadilan Militer.
Mereka di antaranya Serka Mochamad Nasir, Kopda Feri Herianto, dan Serka Frengky Yaru.
Mereka didakwa terlibat dalam dugaan penculikan hingga pembunuhan berencana terhadap Mohamad Ilham Pradipta.
Kasus penculikan dan pembunuhan ini dipicu niat pelaku Dwi Hartono dan Ken alias Candy untuk memindahkan uang Rp 455 miliar dari rekening dormand ke rekening penampungan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tangis Istri Ilham Pradipta Ungkap Doa Anaknya: 'Ya Allah Boleh Enggak Sebentar Aja Ayah ke Sini'
Reporter: Gita Irawan
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Ngaku Sakit Hati Diselingkuhi & Tak Dianggap Menantu, Badut di Mojokerto Bunuh Mertua & Aniaya Istri
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.